Breaking News:

Tarif Dipatok Rp 6 Juta, Prostitusi Online Libatkan Anak di Bawah Umur Dibongkar Polisi

Polsek Tanjung Priok, Senin (25/1/2021) menangkap satu muncikari dan empat gadis di bawah umur berinisial D (17), F (15), A (15) dan AR (15) di hotel.

Editor: CandraDani
Tribun Pekanbaru
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Satreskrim Polsek Tanjung Priok membongkar praktik prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur. Satu orang muncikari berinisial R (20) berhasil diamankan.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Paksi Eka Saputra mengatakan pihaknya membongkar praktik prostitusi itu setelah mendapatkan laporkan dari masyarakat mengenai adanya prostitusi online.

Setelah dilakukan penyelidikan, pihaknya bergegas langsung melakukan penangkapan dan berhasil mengamankan satu muncikari dan empat gadis di bawah umur berinisial D (17), F (15), A (15), dan AR (15).

"Kami membongkar kasus prostitusi di bawah umur. Tadi malam kami mengamankan empat orang korban perempuan di bawah umur," kata Paksi Eka Saputra, Selasa (26/1/2021).

Satu muncikari dan empat gadis di bawah umur ini diamankan di salah satu hotel di wilayah Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (25/1/2021).

Ilustrasi prostitusi online. Penghuni kos di Banjarnegara, Jateng saling menawarkan diri mereka lewat aplikasi medsos.
Ilustrasi prostitusi online. (Istimewa/ Tribunnewsbogor.com)

Setelah mengamankan semuanya, selanjutnya mereka dibawa ke Polsek Tanjung Priok untuk pemeriksaan.

Berdasarkan keterangan pelaku yang sekaligus merupakan muncikari, gadis yang masih berusia belia itu di jajakan ke lelaku hidung belang dengan harga Rp1,5 juta hingga Rp6 juta untuk sekali kencan.

"Biasanya paling kecil Rp1,5 juta, paling gede Rp5 juta sampai Rp6 juta," kata Rama.

Dikatakan Ram, ia mengaku hanya perantara untuk menyajikan gadis gadis dibawah umur yang siap melayani para hidung belang. Dirinya pun biasanya mendapatkan imbalan sebesar Rp. 1,2 juta.

"Saya kaya cuma kaya perantara doang, tapi bukan aku hanya arahin. Mintanya kaya gitu yang di bawah umur. Saya dapetnya 1,2 dari mereka," katanya.

Dikatakan Rama, proses perekrutan para remaja tersebut, dilakukan dari mulut ke mulut melalui media sosial. 

Biasanya ia diminta menyediakan gadis-gadis belia untuk memuaskan hasrat lelaki hidung belang.

"Teman suka nanyain, ada nggak (PSK). Itu bukan dari saya, tapi dari teman. Terus saya jalanin aja, udah gitu aja," ucapnya.

Prostitusi di Puncak Bogor

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved