Breaking News:

Geliat Bisnis Peje di Tembilahan Riau Selama Pandemi, Mau Tahu Apa Itu Peje?

Namun pada masa pandemi Covid-19 ini, geliat bisnis peje atau thrifting juga sangat terdampak

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Sudut pasar tradisional peje di Kota Tembilahan, Inhil, Riau yang menjajakan sepatu bekas berkualitas. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN - Selama pandemi Covid-19, banyak bisnis terpukul hebat. Bahkan tak jarang merugi hingga bangkrut.

Seperti yang dialami pelaku bisnis barang Peje di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Selama ini, Tembilahan terkenal dengan surganya barang bekas atau biasa disebut peje.

Mereka berdagang di pasar-pasar tradisional hingga menggunakan cara modern secara online.

Para pebisnis Peje modern (online) ini mencari barang bekas berkualitas dari para pedagang Peje tradisional yang menjajakan barang bekasnya di sejumlah pasar barang bekas di Tembilahan.

Untuk diketahui, barang bekas berkualitas atau bermerek yang saat ini juga dikenal dengan istilah thrifting memang tengah naik daun dan sangat digandrungi oleh masyarakat, terutama kaum muda.

Mulai dari baju, celana, jaket, sepatu dan barang sandang berkualitas dengan merek ternama atau branded diburu oleh pecinta barang bekas, untuk sekadar dipakai sendiri atau dijual kembali.

Namun pada masa pandemi Covid-19 ini, geliat bisnis peje atau thrifting juga sangat terdampak.

Apalagi mengingat barang barang ini sangat rentan dari segi kesehatan karena memang didatangkan dalam kondisi bekas.

Meski demikian, bisnis peje tetap bergeliat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved