Breaking News:

Pilkada Kepulauan Meranti 2020

Sengketa Pilkada Kepulauan Meranti 2020 di MK, Pemohon Minta Keputusan KPU Dibatalkan

Sengketa Pilkada Kabupaten Kepulauan Meranti 2020 mulai digelar Selasa (26/1/2021) di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Teddy Yohannes Tarigan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Meranti telah selesai menggelar Rapat Pleno Terbuka Hasil Penghitungan Suara pada Senin (6/5/2019). Kini KPU Meranti menghadapi sidang gugatang sengketa Pilkada di MK Jakarta. 

"Tetapi karena adanya politik uang yaitu pemberian janji-janji kepada pemilih yang dibungkus melalui Kartu Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Kartu Meranti Maju (Kartu Wira Usaha Madiri)," ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa, Tim Pasangan calon nomor urut 1, H. Muhammad Adil, SH - Asmar pada saat minggu tenang telah mempengaruhi pemilih di seluruh kecamatan.

Dengan membagikan Kartu Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan menjanjikan apabila memilih pasangan calon tersebut, dan pasangan calon itu menang Pilkada, maka pemilih akan mendapatkan uang sebesar Rp 5.000.000 selama lima tahun.

Selain itu disampaikannya bahwa tim pasangan calon nomor urut 1, H. Muhammad Adil, SH - Asmar juga membagikan Kartu Meranti Maju (Kartu Wira Usaha Madiri) untuk UMKM.

Apabila mau memilih dan ternyata menang, pemilik kartu akan mendapatkan bantuan uang sebesar Rp 7.000.000.

Mereka juga mengklaim bahwa pemohon juga memiliki video pengakuan penerima kartu BLT yang mengaku menerima kartu BLT langsung dari tim calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 Adil- Asmar, untuk dibagi-bagikan kepada warga setempat.

Berlandaskan hal tersebut dalam petitum Zanita menyampaikan permohonan kepada MK untuk membatalkan Keputusan KPU Kabupaten Meranti Nomor 1429/PL.02.6-Kpt/1410/KPU-Kab/XII/2020.

Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Tahun 2020 tanggal 16 Desember 2020 diumumkan pada hari Rabu tanggal 16 Desember 2020 pukul 19. 55 WIB.

Selain itu mereka memohon agar pasangan calon bupati nomor urut 1 H. Muhammad Adil, SH- Asmar didiskualifikasi dari calon Bupati dan wakil Bupati dalam Pilkada Kepulauan Meranti tahun 2020.

Selain itu mereka juga menyampaikan kepada MK agar memerintahkan KPU Kepulauan Meranti untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved