Breaking News:

Dugaan Korupsi Bagi-bagi Jatah Proyek di Bengkalis, Jaksa Dalami Temuan Dokumen

Dugaan rasuah yang terjadi di Kabupaten berjuluk Negeri Sri Junjungan itu, disinyalir terjadi antara rentang tahun 2014 hingga 2019

Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyelidikan perkara dugaan korupsi bagi-bagi jatah proyek di Kabupaten Bengkalis, yang ditangani tim jaksa penyelidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, kini memasuki tahap pendalaman sejumlah dokumen.

Dugaan rasuah yang terjadi di Kabupaten berjuluk Negeri Sri Junjungan itu, disinyalir terjadi antara rentang tahun 2014 hingga 2019.

Asisten Pidsus Kejati Riau, Hilman Azazi menuturkan, pendalaman sejumlah dokumen itu, dilakukan dengan cara mencocokkannya.

Hal tersebut meliputi kontrak proyek, owner estimate (OE) atau perkiraan harga pengadaan barang/ jasa yang dianalisa secara profesional dan disahkan oleh eksekutif yang memiliki otoritas.

Pihaknya disebutkan Hilman, juga akan melakukan uji petik.

"Nanti kalau memang disana ada rekayasa dalam pelaksanaan pengadaannya, baik kita nilai penawarannya, nilai 0123-nya, dan kita melihat dokumen-dokumen yang ada, tidak semua yang kita lihat, jadi yang kita curigai saja. Kita lagi mendalami ke arah situ," urai Hilman, Kamis (28/1/2021).

Sementara disinggung soal klarifikasi terhadap pihak terkait, Hilman mengungkapkan, beberapa orang di antaranya sudah dimintai keterangan.

"Kemarin kan sudah ada (klarifikasi). Sekarang kita mempelajari dokumen saja dulu. Karena kita lebih banyak di dokumen,”jelas Aspidsus Kejati Riau.

“Nanti kalau sudah, baru kita lanjutkan klarifikasi. Kemarin diperpanjang waktu penyelidikannya," imbuhnya.

Dugaan korupsi tersebut, berawal dari terusan laporan yang diterima pihaknya dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam).

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved