Breaking News:

Usapan Anal, Cara Baru China Mendeteksi Virus Corona, Covid-19

Metode baru diperkenalkan China dalam mendeteksi infeksi virus corona, Covid-19 terhadap warganya.

JEAN-FRANCOIS MONIER / AFP
Ilustrasi Petugas medis menyimpan sampel swab Covid-19. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Metode baru diperkenalkan China dalam mendeteksi infeksi virus corona, Covid-19 terhadap warganya.

Melansir People yang mengutip Bloomberg dan Washington Post, China menggunakan usapan anal sebagai alat pengujian Covid-19 untuk pasien yang dianggap berisiko tinggi.

Negara ini juga terus menggunakan alat tes usap tenggorokan dan hidung.

Metode usap anal dilaporkan melibatkan penyisipan kapas yang direndam garam untuk kemudian dimasukkan sekitar 3 hingga 5 sentimeter (sekitar 1 hingga 2 inci) ke dalam anus, dengan sampel kemudian diuji untuk jejak aktif virus.

Li Tongzeng, wakil direktur departemen penyakit pernapasan dan infeksi Rumah Sakit Beijing You An, mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan televisi pemerintah, metode pengujian diperkenalkan setelah penelitian menunjukkan bahwa jejak Covid-19 dapat ditemukan lebih lama di anus daripada di saluran pernapasan.

"Jika kami menambahkan pengujian usap anal, itu dapat meningkatkan upaya kami dalam mengidentifikasi pasien yang terinfeksi," kata Tongzeng yang dilansir Washington Post.

"Tapi tentu saja mengingat mengumpulkan usap anal tidak senyaman usap tenggorokan, saat ini hanya kelompok utama saja yang melakukan pengujian ini, seperti mereka yang berada di karantina."

Sejumlah warga China telah mengalami pendeteksian virus corona dengan metode baru ini. Pekan lalu, lebih dari 1.000 anak sekolah dan guru di Beijing diberikan usapan anal, tenggorokan, dan hidung setelah satu kasus virus tanpa gejala terdeteksi di kampus, kata pejabat setempat.

Menurut Bloomberg, penumpang dalam penerbangan dari Changchu ke Beijing diuji untuk Covid-19 melalui swab hidung dan dubur setelah pejabat mengetahui bahwa seseorang di dalam penerbangan tersebut berasal dari daerah berisiko tinggi.

Alex Wang, 21 tahun, mengatakan kepada VICE World News bahwa ia menjalani dua kali usapan anal pada bulan September di sebuah hotel karantina setelah kembali dari Australia ke kampung halamannya, Weihai, yang terletak di provinsi timur Shandong.

Halaman
12
Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved