Breaking News:

Sidang Kasus Sodomi dan Video Asusila di PN Dumai, Jaksa Ajukan Tuntutan 16 Tahun Penjara

Kasus sodomi dan pornografi dengan terdakwa Rafi (22) sudah masuk dalam tahap penuntutan di Pengadilan Dumai, Jumat

Internet
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kasus sodomi dan pornografi dengan terdakwa Rafi (22) sudah masuk dalam tahap penuntutan di Pengadilan Dumai, Jumat (29/1/2021).

Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai mengajukan tuntutan kepada majelis hakim, agas bisa menjatuhkan hukuman pidana 16 tahun penjara pada terdakwa.

Kasipidum Kejari Dumai Agung Irawan yang juga menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut, mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menuntut terdakwa Rafi 16 tahun penjara dan denda Rp 6 miliar, subsider enam bulan kurungan penjara.

"Kami menuntut terdakwa dengan tuntutan maksimal dari pasal 37 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi ditambah 2/3 karena korban dari terdakwa adalah anak di bawah umur," katanya, Jumat (29/1/2021).

‎Agung mengungkapkan, sidang pembacaan tuntutan dilaksanakan pada, Senin (25/1/2021) dan rencannya akan diputuskan pada, Senin (1/2/2021) mendatang.

Ia berharap terdakwa bisa dihukum maksimal karena melakukan perbuatan keji, yang bisa merusak masa depan generasi muda.

Kasus ini merupakan pelimpahan kasus dari Kejagung RI.

Pelaku diamankan pada Pertengahan 2020 lalu.

Kasus tersebut bermula ketika pelaku berkenalan dengan para korban melalui media sosial dan game online.

Dari perkenalan tersebut pelaku melancarkan aksi bejatnya kepada korban yang merupakan anak laki-laki masih di bawah umur.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved