Breaking News:

Sidang Kasus Sodomi dan Video Asusila di PN Dumai, Jaksa Ajukan Tuntutan 16 Tahun Penjara

Kasus sodomi dan pornografi dengan terdakwa Rafi (22) sudah masuk dalam tahap penuntutan di Pengadilan Dumai, Jumat

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Internet
Ilustrasi 

Ada empat korban, dua korban di Dumai dan dua di luar Kota Dumai.

"Tapi kami yakin pasti banyak korban lainnya, karena di lihat dari konten video porno totalnya ada sekitar 403 video porno yang di rekam terdakwa," terangnya.

Dikatakanya, aksi tersebut dilakukan pelaku sudah sejak 2019 lalu.

Tidak hanya melakukan pencabulan atau sodomi terhadap korban pelaku juga merekam dan memperjual belikan hasil rekaman tersebut.

"Jadi selain melakukan sodomi terhadap korban, pelaku juga merekam aksi tersebut tanpa diketahui korban," terangnya.

Agung menerangkan, pelaku juga melancarkan aksi bejatnya kepada korban lainnya melalui Video call.

Pelaku merayu korban untuk melakukan onani dan lagi-lagi tanpa sepengetahuan korban, pelaku merekam.

Bahkan, tambahnya, Pelaku juga kemudian menjual video hasil rekaman tersebut melalui grup WhatsApp dan Telegram.

Bahkan ada yang di jual sampai ke luar negeri seperti Vietnam dan Filipina.

Agung mengatakan hasil rekaman tersebut di jual pelaku dengan beberapa paket ada paket Rp20 ribu, paket Rp50 ribu dan paket Rp100 ribu.

"Jadi masing-masing paket berbeda banyak video yang berkonten porno, berdasarkan pengakuan pelaku ada yang membayar dengan pulsa dan dengan cara transfer uang," pungkasnya.

(tribunpekanbaru.com/dony kusuma putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved