Sabtu, 16 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

SNIPER Jepang Punya Prinsip Berbeda: Membidik dari Pucuk Pohon tanpa Observer

Mereka harus memberondong para sniper Jepang menggunakan senapan mesin antitank kaliber 37 mm.

Tayang:
Squib News
Ilustrasi sniper atau penembak jitu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kisah bagaimana seorang sniper atau penembak jitu memang menarik.

Unit khusus ini kerap menjadi andalan untuk melumpuhkan musuh dalam diam.

Bergerak cepat tanpa diketahui, para sniper dilatih untuk bisa menembak dari jarak yang jauh.

Setiap Negara tentu memiliki unit sniper ini.

Nah, jika berbicara tentang keahlian menembak, bisa dikatakan para sniper Jepang ini masih kalah dengan sniper-sniper yang berasal dari negara lain.

Apalagi jika dibandingkan dengan para sniper dari Jerman atau Rusia yang sudah terkenal kemampuan membidik musuhnya saat Perang Dunia II.

Namun, mereka memiliki sebuah 'kelebihan' yang sangat khas yang justru membuat mereka menjadi para penembak runduk menakutkan.

Ketika kegigihan dan kesetiaan tentara Jepang diterapkan pada diri para sniper, hasilnya adalah sekelompok penembak runduk yang mematikan.

Mereka terkenal sebagai pasukan yang bertempur seperti seorang samurai, demi kehormatan bangsa dan pengabdian kepada kaisar juga tak kalah handalnya.

Baca juga: Tiga Oknum Polisi Bakal Diperiksa Terkait Penembakan DPO Judi, Berujung Polsek Dirusak Warga 

Baca juga: SOSOK Mama Muda Penerima TikTok Awards: Siapa Rensia Sanvira? Punya 2 Juta Followers

Sebagian besar sniper Jepang telah berpengalaman dalam Perang Manchuria (1930) khususnya dalam pertempuran hutan yang berlangsung lama.

Dengan bersembunyi di puncak-puncak pohon atau lubang kecil sniper Jepang sanggup mengendap selama berminggu-minggu.

Padahal, dalam waktu berminggu-minggu tersebut mereka harus menahan lapar dan haus karena hanya dibekali nasi kering dan air putih.

Para sniper Jepang yang bertengger di pucuk pohon, khususnya pohon kelapa bahkan memiliki motto hanya akan turun sebagai mayat akibat tembakan peluru musuh.

Baca juga: Bocah Kakak Beradik Asal Bogor Sandang Juara Dunia Karate, Sang Ayah Sendiri Tak Percaya

Baca juga: Harganya Paling Murah Tapi iPhone 12 Mini Kurang Laku, Apple Perbanyak Produksi iPhone 12 Pro

Sniper Jepang
quoracdn.net
Sniper Jepang

Prinsip sniper Jepang semasa PD II nyaris sama, membunuh tentara Amerika sebanyak mungkin sampai dirinya sendiri terbunuh.

Dibandingkan sniper Rusia, Jerman, dan Sekutu, sniper Jepang memiliki keunikan sendiri karena mereka bertempur seorang diri tanpa dibantu observer.

 

Sniper Jepang juga bukan prajurit sukarelawan, tapi prajurit tulen yang bertempur di bawah sumpah kaisar Jepang dan tidak mengenal istilah gagal dalam tugas.

Baca juga: Ramalan Zodiak Februari 2021, Zodiak Aries, Scorpio, dan Pisces Paling Beruntung

Baca juga: Belanja Promo Heboh Minyak Goreng hingga Popok 27 hingga 2 Februari, Cek Promo Indomaret

Baca juga: Bocah Kakak Beradik Asal Bogor Sandang Juara Dunia Karate, Sang Ayah Sendiri Tak Percaya

Berkat moral tempur dan spirit yang tinggi itu, para sniper ini memiliki kemampuan bidik yang sangat akurat pada jarak 550 meter.

Padahal mereka hanya dipersenjatai senapan tempur standar Arisaka Model 97 atau 99 dan teleskop yang terbilang sederhana karena tak bisa dikoreksi.

Untuk menghadapi sniper Jepang yang gemar bersarang di atas pohon itu, pasukan AS tidak mengerahkan sniper-nya (countersniper).

Sniper Jepang
planetfigure.com
Sniper Jepang

Mereka harus memberondong para sniper Jepang menggunakan senapan mesin antitank kaliber 37 mm.

Ketika peluru kaliber besar itu menghantam puc

Baca juga: Keutamaan Sholat Tahajud Malam, Minimal Dua Rakaat Berikut Bacaan Doa Sholat Tahajud

Baca juga: Air Bah Tetiba Datang, Terjebak 4 Pengunjung Lokasi Wisata di Kota Padang Diselamatkan Tim Gabungan

uk pohon kelapa bukan hanya sniper Jepang yang jatuh tewas, buah dan dahan kelapa juga turut berjatuhan.

Sementara para sniper Sekutu lainnya, seperti Inggris yang mengerahkan sniper asal Australia dan Selandia Baru yang Baik sniper Australia maupun Selandia Baru tidak lagi memberlakukan doktrin satu peluru satu nyawa untuk menembak jatuh sniper Jepang yang bertengger di puncak pohon.

Dalam duel sniper, mereka menggunakan senapan mesin Bren yang ditembakkan sampai pelurunya habis disusul jatuhnya sniper Jepang.

https://intisari.grid.id/read/032530876/sniper-jepang-pantang-keluar-sarang-kecuali-jadi-mayat-hanya-senapan-mesin-antitank-yang-bisa-menundukkannya?page=all

(Agustinus Winardi)

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved