Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pria Ini Terbawa Terbang Angin Puting Beliung, Beruntung Bisa Pegang Kayu Teras Rumah

Saat keluar rumah, angin puting beliung tiba ada di depan rumahnya, Tatang terbawa terbang, selamat karena pegang kayu teras

Editor: M Iqbal
IST
Ilustrasi angin kencang 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Puting beliung yang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada Sabtu (30/1/2021) merusak sejumlah rumah warga.

Dahsyatnya angin tersebut hingga sampai menerbangkan seorang warga di Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan. 

M Tatang (45), warga Desa Potoan Laok yang sempat terbawa terbang puting beliung menceritakan, ada dua arah angin kencang yang mendekati rumahnya.

"Pertemuan puting beliung kembar itu tepat di depan rumah hingga saya dibawa terbang," demikian pengakuan Tatang (45), seorang warga Dusun Tengah, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Tatang tak menyangka, Sabtu (30/1/2021) itu ada dua angin dahsyat yang tiba-tiba datang dari dua arah yang berbeda.

Angin dari arah tenggara dan timur laut itu bertemu tepat di halaman rumahnya serta sempat menerbangkan tubuhnya setinggi dua meter.

Baca juga: 70 Rumah Warga Rusak, Pohon Bertumbangan, Tiang Listrik Ambruk Akibat Hujan Es dan Puting Beliung

Keluar dan terbawa terbang

Ilustrasi angin berhembusSHUTTERSTOCK/Tuzemka Ilustrasi angin berhembus

Seisi rumah dilanda kepanikan ketika mengetahui adanya angin puting beliung berpusar di depan rumah Tatang.

Padahal, rumah Tatang dihuni oleh enam anggota keluarga yang terdiri dari dua cucu, dua anak dan istrinya.

Namun, ketika peristiwa itu terjadi hanya Tatang yang keluar dan mengecek ke depan rumah.

Sedangkan anak, cucu dan istrinya berada di dalam rumah.

"Yang keluar rumah hanya saya. Jadi hanya saya yang dibawa terbang," kata dia.

Baca juga: Kota Padang Diterjang Puting Beliung Selama 45 Menit, 4 Rumah di Bungus Rusak

Ilustrasi loncatTribun Jateng/Warta Kota Ilustrasi loncat

Berlangsung tak sampai semenit, selamat karena pegangan kayu teras

Tatang menjelaskan, durasi angin puting beliung itu cukup singkat dan tak sampai semenit.

"Sekitar 37 detik kejadiannya, kalau sampai 1 menit mungkin lebih banyak lagi kerusakannya," kata dia.

Namun pusaran angin itu sempat menerbangkannya. Beruntung ia bisa berpegangan benda di sekitar rumahnya.

"Saya dibawa terbang. Ketinggian sekitar 2 meter. Saya selamat karena memegang erat ke kayu teras rumah," ujar Tatang.

Baca juga: Solusi Kocak dari Anies bagi Warga Jakarta: Kalau Mau Bebas Macet Jalan Lah Jam 2 Pagi

Kerusakan akibat angin

Ilustrasi gentengwww.shutterstock.com Ilustrasi genteng

Fenomena pertemuan dua angin puting beliung tersebut menimbulkan kerusakan.

Atap teras rumah Tatang dan empat rumah tetangganya beterbangan.

"16 lembar asbes yang pecah karena dibawa terbang," ungkapnya.

Selain merusak rumah, dua buah mobil Tatang yang terparkir juga tertimpa pecahan asbes dan catnya mengalami lecet.

Sementara di desa lainnya, yakni di Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batu Marmar, angin puting beliung sempat mencabut pohon akasia dan menerbangkannya.

Pohon itu terhempas sampai ke Desa Ambender, Kecamatan Pengantenan dan jatuh di kabel listrik.

"Pohon yang jatuh di kabel listrik sampai terbakar," kata warga Desa Ambender, Jalu.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman | Editor: Farid Assifa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Keluar Saat Angin Puting Beliung di Depan Rumahnya, Tatang Terbawa Terbang, Selamat karena Pegang Kayu Teras", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/01/31/05300081/keluar-saat-angin-puting-beliung-di-depan-rumahnya-tatang-terbawa-terbang?page=all#page2.
Editor : Pythag Kurniati

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved