Breaking News:

Bengkalis

Delapan Santri Ponpes Nurul Hidayah Bengkalis Dinyatakan Sembuh Dari Covid

Menurut Juru Bicara Satgas Covid 19 Bengkalis, pekan lalu ada 32 santri yang dinyatakan positif covid, dan 8 diantaranya sudah beraktifitas kembali.

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: CandraDani
KOMPAS.com/ Karnia Septia
Belasan santriwati mengikuti latihan bela diri 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Delapan santri pondok pesantren modern Nurul Hidayah Bengkalis yang sempat dinyatakan positif Covid 19 lalu kini sudah dinyatakan sembuh.

Mereka sudah kembali beraktifitas seperti semula di pesantren.

Hal ini diungkap Juru Bicara Satgas Covid 19 Bengkalis Popi Yulia Santisa kepada Tribun, Senin (1/2) siang. Menurut dia total santri yang dinyatakan positif hingga akhir pekan kemarin mencapai angka 32 santri.

"Saat ini mereka yang masih dinyatakan positif masih menjalani karantina di Ponpes Nurul Hidayah," tambahnya.

Baca juga: VIDEO Viral Siswi SMA Bakar Masker dan Maki Tenaga Medis, Polisi: Pelaku Kami Tangkap

Baca juga: Sepekan Berjalan, Jumlah Sekolah yang Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka di Bengkalis Bertambah

Satgas Covid 19 Bengkalis dipimpin Sekda Bustami HY meninjau sekolah yang melakukan  belajar tatap muka, Selasa (26/1/2021).
Satgas Covid 19 Bengkalis dipimpin Sekda Bustami HY meninjau sekolah yang melakukan belajar tatap muka, Selasa (26/1/2021). (istimewa)

Menurut Popi sejauh ini upaya tracing kontak sudah selesai dilakukan petugas surveilans Dinas Kesehatan Bengkalis sudah selesai dilaksanakan.

Sehingga tidak ada penambahan kasus baru.

Hal yang sama juga diungkap Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kemenag Bengkalis Abdul Hamid.

Menurut dia, tracing kontak mencari asal virus dilakukan pada Kamis lalu, dengan melakukan rapid tes antigen terhadap seluruh ustad dan ustadzah di pondok pesantren.

"Ada sebanyak seratus enam orang ustad dan ustadzah yang dilakukan rapid tes. Dari hasil rapid tes mereka alhamdulillah seluruhnya non reaktif" ungkapnya.

Sementara itu untuk proses pembelajaran tetap berjalan namun waktu dibatasi. Selain itu pihak persantren dilakukan pembatasan aktifitas belajar serta kegiatan lain yang berpotensi kerumunan.(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved