Breaking News:

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Sebut Masterplan Banjir Bisa Berjalan Apabila Pemko Tegas

Masterplan penanganan banjir yang sudah rampung dikerjakan Pemko Pekanbaru, diharapkan segera direalisasikan.

Tribun Pekanbaru
FOTO ILUSTRASI: Banjir di Jalan Karya Bersama, Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, Kamis (17/10/2018) Pagi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Masterplan penanganan banjir yang sudah rampung dikerjakan Pemko Pekanbaru, diharapkan segera direalisasikan.

Apalagi, titik titik banjir sudah diketahui secara pasti oleh Dinas PUPR Pekanbaru.

Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST meminta, realisasi masterplan banjir ini harus sesegera mungkin, mengingat sekarang sudah masuk Bulan Februari.

"Belakangan ini kan hujan terus mengguyur Kota Pekanbaru. Tunggu apalagi, segera eksekusi masterplan tersebut. Jangan tunggu kejadian," Saran Sigit kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (1/2/2021).

Dijelaskannya, bahwa realisasi masterplan banjir tersebut, untuk mengantisipasi genangan air yang selalu  terjadi, karena tingginya intensitas hujan. Belum lagi potensi hujan hampir setiap hari terjadi, sehingga genangan air bahkan banjir berpeluang terjadi.

Hingga kini, Komisi IV mengaku, bahwa PUPR belum mengekspos masterplan tersebut kepada mereka.

"Kita harapkan itu jangan jadi pajangan saja. Eksekusi segera, termasuk sosialisasikan ke Masyarakat. Termasuk halnya kita di DPRD ini," pintanya.

Diakuinya, sosialisasi tersebut harus secara terperinci dilakukan, agar tahu titik mana saja yang menjadi tanggungjawab Pemko Pekanbaru, Pemprov Riau, serta mana yang menjadi wewenang pemerintah pusat.

"Kita akui, selama ini persoalan banjir sulit ditangani, karena tidak adanya masterplan. Sekarang kan masterplannya sudah ada, tinggal dieksekusi saja,  makanya kita berharap masterplan yang telah dikerjakan bisa menjawab persoalan banjir yang selama ini terjadi, dan memang ada perubahan yang signifikan," katanya.

Ya, masterplan penanganan ini bisa terealisasi, apabila Pemko bersikap tegas kepada pihak pengembang perumahan, pemilik ruko yang melakukan pembangunan secara sembarangan. Bahkan tidak menyediakan bak kontrol, serta ukuran drainase yang tidak sesuai standar sehingga menyebabkan banjir.

"Dengan adanya masterplan penangan banjir yang sudah dibuat tentu penanganan banjir lebih terukur dan terarah. Tentunya harus didukung oleh sistem penyerapan dan penyaluran air yang baik. Makanya kita minta kepada pemilik ruko, toko-toko besar, pengembang perumahan yang tidak memiliki saluran air atau drainase yang sangat kecil, tidak adanya bak kontrol dan sumur resapan maka harus ditertibkan," tambahnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

--

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved