Breaking News:

Video Viral

Video: Oknum Kades Dilabrak Massa Lantaran Tepergok Sedang Berduaan Bersama Selingkuhannya

Kades tersebut dicegat lantaran sedang mengajak seorang perempuan yang diduga istri orang.

Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM -  Sebuah video seorang kepala desa di Rembang dicegat sejumlah pria, viral di media sosial.

Kades tersebut dicegat lantaran sedang mengajak seorang perempuan yang diduga istri orang.

Hampir seluruh kaca mobil hancur dirusak oleh sekelompok orang yang mencegatnya.

Dikutip dari TribunJateng.com, narasi yang beredar, oknum kepala desa tersebut berselingkuh dengan perempuan yang merupakan istri orang lain.

Mereka terpergok berduaan di dalam mobil.

Dalam video yang beredar, tampak oknum kepala desa berkaos abu-abu duduk di kursi kemudi.

Di sampingnya duduk perempuan berbaju kuning dan berjilbab kuning-hitam.

Si kepala desa tampak dicecar pertanyaan oleh seorang pria berkaus putih.

Pria berkaos putih ini juga tampak membanting ponsel milik perempuan berbaju kuning hingga hancur.

Ketika dimintai keterangan, Kapolsek Kragan AKP Wijaya mengatakan bahwa kejadian tersebut berlangsung kemarin, Sabtu (30/1/2021).

Adapun pria yang ada di dalam mobil tersebut adalah Kepala Desa Sumbergayam, Kecamatan Kragan, Moh Rosid.

"Kejadian kemarin, di Jalan Dukuh Telas, Desa Sumurtawang, Kragan."

"Kasus ini sekarang ditangani Polsek Kragan, karena insiden terjadi di jalan umum," terang dia, Minggu (31/1/2021).

Kejadian yang viral di media sosial tersebut terjadi di Jalan Dukuh Telas, Desa Sumurtawang, Kragan.

AKP Wijaya menjelaskan, baik si kepala desa, perempuan yang terpergok bersamanya, maupun pihak keluarga telah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan.

Adapun mobil Avanza yang dikendarai sang kepala desa kini diamankan di Mapolsek Kragan.

"Sebenarnya pemeriksaan sudah sejak semalam, namun tidak sampai waktunya."

Penasihat hukum keluarga meminta agar pemeriksaan dilanjutkan besok, artinya hari ini," tutur dia.

AKP Wijaya menjelaskan, pihaknya akan mengupayakan proses mediasi terlebih dahulu.(*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved