Breaking News:

Kisruh PT DSI, Edi Sunarto Sebut Perusahaan Sudah Beri Sagu Hati, Petani Mempura Bilang Berbeda

Menurut Humas PT DSI Edi Sunarto ternyata niat baik PT DSI disalahartikan oleh masyarakat sehingga memuat berita di media terkait kesalahan PT DSI

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Petani Siak Mariono melihat data petani yang belum diganti rugi oleh PT DSI, Minggu (24/1/2021). 

Karena itu, pihaknya menyatakan akan tetap melakukan proses hukum bagi yang tidak bersedia berdamai.

"Untuk masyarakat yang sudah berdamai maka proses hukumnya atau laporan pengaduannya akan dicabut," kata dia.

Beda Pernyataan

Sebelumnya, Ketua Kelompok Petani Mariono (63) mengatakan, pihak PT DSI atas nama Marpaung memberikan draf surat kesepakatan perdamaian kepadanya.

"Marpaung menyuruh kami datang ke Polda Riau untuk menandatangani surat kesepakatan damai dan pernyataan itu. Padahal isi di dalam surat itu merugikan pihak petani," kata Mariono.

Ia merasa tertekan sebab selalu ditelepon pihak PT DSI agar menandatangani surat itu. Padahal isi dalam surat pernyataan itu ada 2 poin yang merugikan petani.

Pertama, menyatakan dengan sebenar -benarnya bahwa petani atas nama Gito, Iskandar, Syahril, Bitun, Wandi, Eugianto, Jafar dan Sandi tidak memiliki lahan atau kebun yang berada di dalam perizinan PT DSI Kabupaten Siak.

Kedua, petani tersebut tidak akan melakukan klaim penanaman atau pun kegiatan lainnya di dalam areal perizinan PT DSI.

"Masing-masing petani yang tersebut namanya itu diharuskannya menandatangani surat pernyataan itu di atas meterai di depan penyidik Polda Riau. Sekarang pihak PT DSI selalu menagih kapan kami akan datang ke Polda Riau," kata Mariono.

Sementara surat untuk Mariono sendiri dibuatkan sebagai pihak kedua dari PT DSI. Isi surat yang dipaksa ditandatangani Mariono terdapat 3 poin.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved