Breaking News:

Inhil

Pertanyakan Penertiban PKL, Mahasiswa Minta Bupati Inhil Riau untuk Mundur

Mahasiswa yang tergabung dalam GMNI ini meminta Bupati Inhil HM Wardan untuk mundur dari jabatannya karena telah menindas rakyat kecil (PKL).

Tribunpekanbaru.com/T Muhammad
Belasan orang mahasiswa dari organisasi GMNI Kabupaten Inhil melakukan demo terkait penertiban PKL di depan Kantor Bupati Inhil, Kamis (4/2) sekitar pukul 10.30 WIB. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Mahasiswa dari organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Inhil akhirnya membubarkan diri setelah menggelar demo terkait penertiban Pedagang Kali Lima (PKL) di depan Kantor Bupati Inhil, Kamis (4/2) sekitar pukul 10.30 WIB.

Sebelumnya, sekitar 1 jam massa aksi yang hanya berjumlah sekitar belasan orang menggeruduk kantor Bupati Inhil menyampaikan aspirasi di depan gerbang masuk.

Mereka menuntut agar Bupati menghentikan penertiban PKL dan melakukan diskresi terhadap Perda penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL).

Bahkan dalam undangan seruan aksinya, GMNI meminta Bupati Inhil HM Wardan untuk mundur dari jabatannya karena telah menindas rakyat kecil (PKL).

Tensi Tinggi Jelang Disuntik, Akhirnya Bisa Divaksin, Apa yang Dirasakan Dandim 0314/Inhil?

VIDEO: Hipertensi, Dandim 0314/Inhil Nyaris Batal Suntik Perdana Vaksin Covid-19

Tidak hanya terkait Perda penertiban PKL seperti dalam undangan seruan aksi, demo malah merambah ke permasalahan lain, seperti perkelapaan, infrastruktur jalan hingga lahan parkir.

Aksi mahasiswa ini pun seperti salah alamat dan terkesan di paksakan setelah Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL) Inhil yang ikut menyambut aksi mahasiswa justru mempertanyakan data PKL yang mereka perjuangkan.

Ketua APKL Inhil, Alek Saputra meminta kepada mahasiswa GMNI menunjukkan data PKL mana yang merasa terzalimi atas penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP.

Menurutnya, tidak ada penggusuran karena hanya ada penertiban pedagang yang lapaknya terlalu menjorok ke depan sehingga harus dimundurkan ke belakang.

VIDEO: Ditpolair Polda Riau Amankan 1440 Slop Rokok Ilegal di Perairan Tanjung Jungkir Inhil

Buruh di Tembilahan Terharu hingga Tak Sanggup Berkata-kata, Kodim 0314/Inhil Rehab Rumahnya

“Itu perlu digaris bawahi, sekarang ini PKL tidak digusur, jangan kalian mau diprovokasi oleh kepentingan seseorang. Jika membawa nama PKL kalian harus punya data, kalau hanya kata yang berbicara itu tidak bisa dibuktikan,” ungkapnya.

Namun Alek menyatakan rasa bangganya terhadap mahasiswa yang mendukung PKL meskipun kali ini tidak ada PKL yang dikatakan digusur dan hanya penertiban untuk penataaan Kota Tembilahan yang lebih baik.

Halaman
12
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved