Breaking News:

Rampok Seorang Nenek Sampai Luka-luka, DPO Curas di Bengkalis Ditangkap Setelah 5 Bulan Buron

Pemuda berusia 22 tahun warga Keluragan Damon itu sempat menjadi buronan Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis.

Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Fadli (22), seorang pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) terhadap seorang nenek berumur sekitar 83 tahun di Bengkalis akhirnya diringkus Satreskrim Polres Bengkalis.

Pemuda berusia 22 tahun warga Keluragan Damon itu sempat menjadi buronan Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis.

Ia diketahui melakukan Curas terhadap nenek bernama Atun warga Jalan Kelapapati Laut, Desa Kelapapati Bengkalis, Kecamatan Bengkalis, pada medio September tahun.

Fadli dalang atau otak pelaku merencanakan aksi perampokan dengan cara menyekap dan memukul korbannya, bersama dua pelaku lain.

Dua pelaku tersebut sudah diringkus aparat lebih dulu, termasuk satu orang penadah.

Pelaku diamankan petugas Satreskrim Polres Bengkalis, Rabu (3/2/2021) sekitar pukul 19.30 WIB lalu.

Petugas juga menyita barang bukti sementara berupa tiga lembar kertas bukti dari pegadaian berupa emas, diduga hasil perampokan korban Atun. 

Penangkapan ini diungkap Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, Kamis (4/2) kemarin.

"Pelaku diamankan setelah Tim Opsnal memperoleh informasi bahwa Fadli sudah muncul di Bengkalis kemudian dilakukan pencarian, tersangka berhasil diamankan di jalan Sudirman Bengkalis saat tengah mengendarai sepeda motor," ungkapnya.

Saat diinterogasi Pelaku mengakui perbuatannya. Barang bukti dari hasil kejahatan ini berupa perhiasan hasil digadaikan tersangka di pegadaian," ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan jawabkan perbuatannya itu, pelaku terancam dengan hukuman paling lama 12 tahun penjara.

"Pelaku adalah yang mengajak dan merencanakan aksi perampokan terhadap korban. Pelaku ini juga sering menimbulkan keresahan masyarakat karena maraknya pencurian di sekitar tempat tinggalnya," imbuh Kasat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis kembali berhasil mengungkap tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) di wilayah Bengkalis.

Kali ini tiga tersangka berhasil diamankan oleh petugas Reskrim Polres Bengkalis.

Dua diantaranya tersangka merupakan pelaku Curas, serta satu tersangka merupakan penadah barang curian tersebut.

Mereka diantaranya ARS (15) anak dibawah umur warga kecamatan Siak Kecil, kemudian F (18)  warga Desa Lubuk Garam Siak Kecil.

Sementara penadah barang curian tersebut berinisial Al (28) warga desa Sabauk Kecamatan Siak Kecil.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan mengungkap langsung tidak pidana Curas yang dilakukan para tersangka ini saat ekpos, Rabu (23/9) siang bersama Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi.

Menurut Kapolres pencurian dilakukan tersangka ini pada, Kamis (3/9) lalu.

Pencurian dilakukan para tersangka ini terungkap saat seorang ibu melaporkan kepada keluarga korban bahwa korban disekap oleh orang tidak dikenal di dalam sebuah rumah tidak jauh dari pasar terubuk kota Bengkalis.

Dari informasi ini keluarga korban langsung ke tempat kejadian dan menemukan korban dalam kondisi luka luka dibagian mulut dan telinga.

"Selain kondisi korban yang mengalami luka luka, kendaraan sepeda motor serta cicin emas sebanyak lima buah dibawa kabur oleh  pelaku yang menyekap korban, diduga saat itu pelaku sebanyak tiga orang," terang Kapolres.

Akibat pencurian ini korban mengalami kerugian sekitar lima puluh juta rupiah. Keluarga dan korban kemudiam melaporkan kejadian ini ke Polres Bengkalis.

Berdasarkan laporan tersebut Polres Bengkalis melakukan penyelidikan terhadap perkara Curas ini.

Setelah melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah petunjuk petugas berhasil mengantongi nama nama diduga sebagai para pelaku.

"Ada tiga orang nama yang berhasil kita kantongi, diantaranya ARS, F dan Al sebagai penadahnya," terang Kapolres

Dari tiga nama ini petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap mereka.

Pengejaran yang dilakukan tim Reskrim Polres Bengkalis membuahkan hasil menangkap satu orang tersangka berinisia ARS di rumahnya, Senin (14/9) malam lalu.

"Dari penangkapan terhadap ARS ini petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti satu unit sepeda motor milik korban. Petugas yang menemukan barang bukti langsung melakukan interogasi kepada ARS, dan dia mengakui perbutaannya sebagai pelaku pencurian tersebut," tambah Kapolres.

ARS mengaku tidak melakukan sendiri aksinnya melainkan bersama dua rekannya berinisial F dan Fa. Saat itu dua tersangka lainnya masih dalam pengejaran.

"Rekan seprofesinya ARS yang berinisial F berhasil diamankan petugas saat mendatangi rumahnya di Kecamatan Siak Kecil," tambahnya.

Kemudian petugas melakukan interogasi kepada dua tersangka ini.

Pengakuan para tersangka ini telah menjual dua buah dari cicin yang berhasil mereka curi dari korbannya.

Barang curian ini dijual melalui perantara seorang ibu ibu yang tidak mereka kenal.

"Jadi ARS meminta tolong kepada ibu ibu yang tidak mereka kenal untuk menjualkan cincin emas mereka sebanyak dua buah ke sebuah tokoh emas di pasar Sungai Pakning. Kemudian emas ini dibeli oleh penjual emas berinisial Al dengan harga 3,5 juta rupiah," terang Kapolres.

Hasil penjualan ini dibagi oleh ARS kepada ibu ibu ini sebesar satu juta rupiah. Sisanya dibawa oleh Anggi hasil penjualan emas curian ini.

"Tim kita berhasil mengaman Al sebagai tersangka penadah pada tanggal 19 September kemarin," terang terang Kapolres.

Sementara terhadap ibu ibu yang membantu menjual barang tersebut saat ini masih dalam pengejaran petugas Reskrim Polres Bengkalis.

Serta satu orang lagi diduga rekan tersangka saat melakukan pencurian juga masih dikejar petugas.

Menurut Kapolres, tersangka melakukan pencurian dengan modus berpura pura akan mengontrak rumah milik korbannya.

Tersangka sudah lama mengintai aktifitas korbannya sejak lama.

"Jadi sudah direncanakan, mereka mengajak korbannya melihat kontrakan yang akan dikontrak tersangka. Kemudian saat sampai dikontrakan tersebut tersangka langsung menyekap korbannya dan mengambil barang barang miliknya," terang Kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 ayat 2 KUHPidana.

Dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun, juncto sistem peradilan anak, dan Pasal 480 KUHPidana.(Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved