Breaking News:

Walikota Pekanbaru: Siswi harus Menutup Aurat, Seragam Sekolah Sesuaikan dengan Budaya Melayu

Walikota Pekanbaru Firdaus menyampaikan bahwa siswi harus menutup aurat saat ke sekolah, sedangkan non muslim berpakaian sopan

Penulis: Fernando | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
Walikota Pekanbaru Firdaus 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Firdaus menyampaikan bahwa siswi harus menutup aurat saat ke sekolah, sedangkan non muslim berpakaian sopan.

Hal ini disampaikan Walikoat Pekanbaru Firdaus setelah adanya SKB 3 Menteri tentang seragam sekolah dan melalui SKP 3 Menteri itu, pemerintah resmi tak memperbolehkan pemerintah daerah dan sekolah negeri mewajibkan atau melarang muridnya mengenakan seragam beratribut agama.

Aturan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Bersama atau SKB 3 Menteri tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut Bagi Peserta Didik, Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menanggapi SKB tersebut, Walikota Pekanbaru Firdaus menilai kebijakan di tiap daerah berbeda.

Ia mengatakan bahwa di kota ini tidak ada aturan khusus mengatur seragam peserta didik merujuk pada satu agama.

Firdaus menyebut bahwa masyarakat Kota Pekanbaru adalah masyarakat madani yang penuh toleransi.

Mereka menghormati keberagaman agama yang ada.

"Maka kita harus bedakan, mana agama. Mana yang budaya," paparnya kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (4/2/2021).

Menurutnya, cara berpakaian ke sekolah itu merujuk ke budaya.

Ia menyebut tidak bisa memaksakan cara berpakaian satu agama.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved