Breaking News:

1 Jam Pelajaran Cuma 25 Menit, Belajar Tatap Muka di Pelalawan Mulai Senin Depan

Uji coba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah di Kabupaten Pelalawan Riau dimulai pada Senin

TRIBUNPEKANBARU/FERNANDO SIKUMBANG
FOTO ILUSTRASI - Guru memberi penjelasan di kelas saat belajar tatap muka terbatas. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Uji coba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah di Kabupaten Pelalawan Riau dimulai pada Senin (08/02/2021) pekan depan.

Uji coba KBM ini berdasarkan keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Pelaksanaan belajar tatap muka hanya di daerah yang masuk dalam zona hijau dan kuning sesuai pemetaan Dinas Kesehatan (Diskes) hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Kemudian didata sekolah-sekolah yang masuk dalam zona tersebut, khususnya Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Dalam uji coba ini dilaksanakan belajar tatap muka secara terbatas. Untuk SD dan SMP di desa dan sekolah yang kita tetapkan melalui surat," kata Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Disdikbud Pelalawan, Martias S.Pd M.Pd, kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (05/02/2021).

Martias menerangkan, adapun sekolah yang melaksanakan belajar tatap muka yakni 238 unit pendidikan.

Di antaranya 56 sekolah SMP dan 182 sekolah SD yang tersebar di 11 kecamatan di Pelalawan.

Sedangkan satu kecamatan yaitu Pangkalan Kerinci sama sekali tidak memberlakukan belajar tatap muka di sekolah, karena masuk dalam zona orange Covid-19.

Dalam pelaksanaan belajar tatap muka dilakukan terbatas, baik dari segi waktu maupun jumlah siswa yang mengikuti pelajaran.

Disdik menekankan kepada seluruh sekolah agar belajar tatap muka dalam satu hari hanya bisa empat jam pelajaran.

Sedangkan satu jam pelajaran cuman 25 menit dan tidak ada istirahat atau keluar bermain.

Kantin dilarang buka dan siswa disarankan membawa makanan dan minuman dari rumah masing-masing.

"Yang tak kalah penting juga yakni jumlah siswa dalam ruang belajar maksimal 15 orang," tandasnya.

Untuk aturan teknis lainnya seperti pembagian shift belajar hingga jadwal sekolah diserahkan kepada sekolah masing-masing untuk mengaturnya.

Disdikbud mengimbau agar sekolah senantiasa menaati aturan yang telah ditetapkan. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved