Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Komisi II DPRD Pekanbaru Tunggu Hasil Lab Buah Busuk yang Disita dari Hasil Sidak di Pasar Buah

Hasil Sidak yang dilakukan Komisi II DPRD Pekanbaru bersama Disperindag, Satpol PP hingga DPM-PTSP ke Pasar Buah

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hasil Sidak yang dilakukan Komisi II DPRD Pekanbaru bersama Disperindag, Satpol PP hingga DPM-PTSP ke Pasar Buah Jalan Sudirman awal pekan lalu, belum bisa diambil kesimpulan.

Apakah memang akan direkomendasikan buah-buahan yang dijual Pasar Buah dihentikan sementara, atau izin operasionalnya dicabut.

"Kita tunggu hasil lab (laboratorium) keluar. Setelah itu baru kita ambil langkah selanjutnya," tegas Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah, Jumat (5/2/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Komisi II DPRD bersama OPD terkait sangat terkejut, saat menemukan banyak buah-buahan yang busuk dan tidak layak konsumsi, saat Sidak ke Pasar Buah Senin (1/2/2021) kemarin.

Di Pasar Buah ini juga, legislator juga mendapati buah potong kemasan, yang sudah tidak bagus, buah mulai menghitam dan sudah tidak segar. Diduga buah potongan tersebut, merupakan buah hasil sertakan, yang ditemukan di dalam gudang pengemasan.

"Selain buah yang dijual busuk, minuman beralkohol juga kami temukan diduga ilegal. Manifestasinya tak dapat ditunjukkan. Makanya kami geram melihat pengelola Pasar Buah ini. Kan bisa membuat masyarakat sakit dan lain-lain," tegasnya.

Lebih dari itu, sebut Fathullah, pihaknya tidak akan mentoleransi jika memang hasil lab mengatakan buah yang dicek tersebut mengandung bahan berbahaya dan penyakit.

Disinggung kemungkinan adanya beking pengelola Pasar Buah untuk menjamin usahanya ini, Fathullah yang juga politisi Partai Gerindra ini menegaskan, siapa pun bekingnya, pihaknya tidak akan mundur walaupun selangkah.

"Kalau melanggar aturan dan merugikan masyarakat, percaya lah. Kita tak gentar siapapun bekingnya. Tapi kalau Pasar Buah taat aturan, dan tidak menjual barang busuk, kira dukung agar usahanya maju. Ini kami lakukan semata-mata agar masyarakat aman dan PAD kota ini meningkat," tegasnya.

Sebelumnya, Pengelola Pasar Buah Pekanbaru Ahak menjelaskan, bahwa buah-buahan busuk yang ditemukan DPRD dan OPD Pemko kemarin, akan dibuang dan dijadikan pakan hewan serta untuk pupuk. Pihaknya tidak menjualnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved