Breaking News:

Semburan Gas di Pekanbaru

Tidak Tontonan Umum, Polisi Tutup Akses Jalan 500 Meter Dari Titik Semburan Gas di Pekanbaru

Penutupan di depan jalan masuk itu jarak atau radiusnya sekitar 500 meter dari titik semburan.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Sesri
TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
Semburan gas di Pekanbaru tepatnya di lokasi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ihsan di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Aparat kepolisian memberlakukan batas jarak aman terkait peristiwa semburan gas di Pekanbaru tepatnya di komplek pondok pesantren (ponpes) Al Ihsan, di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Dimana semburan gas alam, mulai muncul pada Kamis (4/2/2021), sekitar pukul 13.30 WIB siang kemarin.

Saat itu sedang dilakukan proses penggalian sumur bor hingga kedalaman 115 meter.

Peristiwa ini tak ayal membuat panik para penghuni ponpes, terlebih para santri.

Mereka pun segera diungsikan ke yayasan pusat ponpes. Beruntung gas yang muncul tidak menimbulkan ledakan atau kebakaran.

"Kita terapkan jarak aman, di depan jalan pintu masuk kita buat larangan dan ada plang juga. Mobil tidak bisa masuk, karena bukan jalan umum, tapi jalan untuk pesantren sendiri," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya melalui Kapolsek Tenayan Raya, AKP Manapar Situmeang, Jumat (5/2/2021).

Sebut Tak Mengandung Racun, Perusahaan Gas Bantah Semburan Gas di Pekanbaru Bukan dari Pipa Mereka

VIDEO: Semburan Gas di Pekanbaru Rusak Gedung Pesantren, Peruhsaan Sebut Semburan Tidak Membahayakan

Semburan gas di lokasi pondok pesantren Al Ihsan Tenayanraya Pekanbaru hingga Jumat (5/2/2021) masih terjadi
Semburan gas di lokasi pondok pesantren Al Ihsan Tenayanraya Pekanbaru hingga Jumat (5/2/2021) masih terjadi (TribunPekanbaru/Doddy Vladimir)

Penutupan di depan jalan masuk itu diterangkan Manapar, jarak atau radiusnya sekitar 500 meter dari titik semburan.

"Kita juga sudah arahkan semua penghuni pondok pesantren untuk pindah (sementara). Supaya tidak ada lagi orang di situ. Kita menghindari adanya korban jiwa," papar Manapar.

Saat awal kejadian disebutkannya, jajarannya juga langsung meninjau ke lokasi dan memasang police line atau garis polisi.

"Kemarin langsung kita police line, tujuannya supaya tidak ada yang mendekat ke titik semburan. Kita juga bikin spanduk di depan jalan masuk, supaya tidak menjadi tontonan umum,"

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved