Breaking News:

SKB 3 Menteri Terkait Seragam Siswa di Sekolah, Bagaimana Nasib Baju Teluk Belanga di Riau?

Tentang aturan melarang Pemda maupun pihak sekolah mewajibkan atau melarang peserta didik menggunakan seragam kekhususan agama

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
Hardianto 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri tentang aturan melarang Pemda maupun pihak sekolah mewajibkan atau melarang peserta didik menggunakan seragam kekhususan agama tertentu menuai pro kontra di tengah masyarakat.

Termasuk di Provinsi Riau.

Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto, Minggu (7/2/2021) menilai, pemerintah terlalu berlebihan menyikapi kasus yang sempat viral di Sumbar dengan menerbitkan SKB 3 menteri tersebut.

Sebab masih banyak persoalan yang jauh lebih penting untuk diselesaikan menyangkut dunia pendidikan. Terlebih di tengah Pandemi Covid-19 saat ini.

"Menurut saya itu terlalu berlebihan, menyikapi persoalan di Padang, Sumatera Barat itu dengan mengeluarkan SKB 3 menteri dan berlaku seluruh Indonesia. Itu kan di Padang, di Riau sampai detik ini tak ada persoalan. Jadi jangan setiap persoalan satu kasus, kemudian dikeluarkan keputusan yang berlaku se Indonesia, kan tak bijak menurut kita, tak adil," kata Hardianto.

Politisi Gerindra ini menambahkan, kenapa pemerintah malah membahas persoalan seragam, bukan bagaimana konsen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tengah Pandemi Covid-19.

"Kenapa tak berpikir bagaimana meningkatkan kualitas berpikir anak - anak Indonesia dari tingkat TK sampai ke perguruan tinggi. Seharusnya itu yang dibahas penerintah pusat. Meningkatkan kualitas pendidik dan anak-anak yang dididik, sehingga mereka jadi anak-anak yang tangguh, untuk generasi penerus bangsa," katanya.

Sementara Pelaksana harian (Plh) Sekda Riau, Masrul Kasmy, Minggu (7/2/2021) mengatakan kalau memang nantinya SKB tiga menteri tentang seragam dan atribut peserta didik di sekolah menjadi keputusan, maka akan tetap dijadikan sebagai pedoman.

Ia menyampaikan terkait dengan berbagai pendapat permintaan perihal kearifan lokal untuk menghargai budaya melayu, seperti pakaian seragam sekolah baju kurung.

"Kalau memang nanti menjadi suatu keputusan, itu hari kita jadikan pedoman," katanya.

Namun pihaknya masih akan membahas persoalan ini dengan berbagai pihak di Riau. Karena persoalan ini juga menyangkut kearifan budaya lokal. Dimana salah satu seragam anak sekolah di Riau adalah baju teluk belanga dan baju kurung melayu.

"Kita lihat nanti perkembangnya dinamika sepeti apa, karena ini kan terkait dengan tadi adanya kearifan lokal, salah satunya adalah upaya untuk menghargai budaya melayu,"ujarnya.

Menurutnya seragam sekolah yang dipakai pelajar baju kurung itu merupakan kearifan budaya melayu Riau.

Ia berharap mudah-mudahan ada keputusan terbaik kedepannya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved