Breaking News:

25 Hari Wafatnya H Permata, Keluarga di Tembilahan Gelar Tahlilan dan Doa Bersama

Wafatnya H. Jumhan Bin Selo atau yang akrab disapa H. Permata masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat.

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Istimewa
Suasana peringatan 25 hari wafatnya H. Permata, pihak keluarga menggelar tahlilan dan doa bersama di kediaman almarhum di Kota Tembilahan tepatnya di jalan Soebrantas Lr. Pinus Indah Tembilahan, Senin (8/2/2021) malam 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Wafatnya H. Jumhan Bin Selo atau yang akrab disapa H. Permata masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat.

Tepat 25 hari wafatnya pengusaha asal Batam ini, pihak keluarga pun menggelar tahlilan dan doa bersama di kediaman almarhum yang ada di Kota Tembilahan tepatnya di jalan Soebrantas Lr. Pinus Indah Tembilahan, Senin (8/2/2021) Malam.

Tidak hanya dihadiri oleh pihak keluarga dan kerabat, tampak hadir pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Inhil, Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf. Imir Faishal, Kasat Reskrim Polres Inhil, Kapolsek Tembilahan Iptu Raudo Perdana.

H. Edi Harianto Sindrang mewakili pihak keluarga meminta keluarga dan kerabat untuk berdoa agar peristiwa yang menyebabkan H. Permata meninggal dunia bisa segera terungkap.

“Saat ini proses hukum tengah di tangani Polda Riau. Ya kita sama-sama berdoa lah semoga secepatnya diungkap, mari kita mendoakan Almarhum H. Permata mendapat tempat yang layak disisinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua KKSS Inhil H. Abdullah Mandu yang juga hadir dalam peringatan 25 hari wafatnya H.Permata menyampaikan bela sungkawa atas insiden sehingga mengakibatkan wafatnya H.Permata.

“KKSS Inhil merasa kehilangan sosok Almarhum H. Permata. Selain sebagai pengusaha almarhum juga merupakan tokoh bugis di Inhil dan juga pernah menjadi Ketua KKSS Kota Batam,” tuturnya.

Mewakili KKSS Inhil, Abdullah Mandu berharap insiden yang mengakibatkan H. Permata Meninggal dunia harus secepatnya diusut tuntas jika memang telah terjadi pelanggaran hukum.

“Kita berharap pelaku yang melakukan penembakan dapat dihukum setimpal dengan apa yang telah diperbuatnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, H. Permata meninggal dunia setelah speed boatnya yang membawa barang ilegal disergap oleh Bea Cukai Tanjung Balai Dan Bea Cukai Tembilahan di perairan Sungai Bela, Kecamatan Kuindra, Kabupaten Inhil, Jum'at (15/1).

Dalam Insiden tersebut, H. Permata yang berada di speed boat bersama beberapa anggotanya meninggal dunia setelah tertembak di bagian dada, seorang anggota H. Permata juga meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. (Tribunpekanbaru.com/T Muhammad Fadhli).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved