Breaking News:

Kelompok Umur 10-20 Tahun TBS Sawit Riau Naik Rp 14,21 Per Kg Pekan Ini Periode 10-16 Februari 2021

Harga Tanda Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Riau pekan ini mengalami kenaikan.

Penulis: Rino Syahril | Editor: Ariestia
Istimewa
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MS 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Harga Tanda Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Riau pekan ini mengalami kenaikan.

Harga TBS Sawit Riau yang mengalamai kenaikan tertinggi periode 10 - 16 Februari 2021 dialami kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp 14,21 per kilogramnya.

Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi mengatakan naiknya harga TBS untuk kelompok umur 10-20 tahun itu mencapai sekitar 0,66 persen dari pekan lalu. 

"Atas kenaikan itu harga TBS periode ini menjadi Rp 2.151, 25 per Kilogram (Kg). Naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal," ujar Defris Hatmaja kepada Tribun, Selasa (9/2)

Faktor internal naiknya harga TBS periode ini jelas Defris, disebabkan oleh terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data Untuk harga jual CPO, PT. PTPN V mengalami penurunan harga sebesar Rp 5,19/Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 53,93/Kg, PT. Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 377,00/Kg, PT. Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 36,85/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp 29,20/Kg  dari harga minggu lalu. 

Sedangkan untuk harga jual Kernel tambah Defris, PT. Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 496,36/Kg, PT. Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp. 108,00/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp. 59,09/Kg dari harga minggu lalu.

Sementara dari faktor eksternal kata Defris lagi, naiknya harga TBS minggu ini karena  harga komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia mengalami kenaikan tipis di awal pekan perdagangan pekan ini. 

"Harga kontrak futures (berjangka) yang aktif ditransaksikan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange itu naik 0,24% dibanding pekan lalu ke RM 3.383/ton," ucap Defris.

Kendati produksi menurun, penurunan ekspor bulanan yang mencapai lebih dari 30% di bulan Januari membuat stok minyak nabati Malaysia mengalami kenaikan setelah sebelumnya stok mengalami penurunan ke level 5 tahun terakhir. 

"Penurunan ekspor yang tajam menjadi faktor penahan kenaikan harga CPO meski ada katalis positif berupa kenaikan harga minyak nabati lain dan harga minyak mentah. Harga kontrak futures minyak sawit dan kedelai di bursa Dalian naik 0,8%," ungkap Defris.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved