Breaking News:

Kepulauan Meranti

Niat Bakar Lahan untuk Tanam Cabe, Namun karena Lalai Lahan Terbakar Capai 5 Hektare

Terduga pelaku membersihkan lahan dengan cara membakar satu tumpukan perun untuk ditanami tumbuhan cabe.

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: CandraDani
Dok. Polres Kepulauan Meranti
Petugas Polsek Rangsang melakukan pemadaman api karhutla yang terjadi di Desa Wonosari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Senin (8/2/2021). Dalam kasus ini, petugas menangkap satu orang pelaku yang membakar lahan tersebut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI- Niatnya membakar ladang sendiri untuk menanam cabe, namun apa daya karena lalai warga ini harus berurusan dengan penegak hukum.

Seorang warga Desa Wonosari berinisial ZK (26) diamankan Polsek Rangsang.

ZK ditangkap karena diduga membuka lahan dengan cara membakar.

Akibatnya, lebih kurang 5 hektare lahan yang berada di wilayah Jalan Sidodadi RT 002 / RW 002 Dusun Sidodadi, Desa Wonosari Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti terbakar hebat.

Penangkapan berdasarkan laporan nomor : Lapin / 02 / II / 2021 / Riau / Res. Kep. Meranti / Sek. Rangsang, tanggal 8 Februari 2021 dan terduga pelaku berhasil diamankan sekitar pukul 17.00 Wib.

Karhutla Mengintai Riau Segera Tetapkan Status Siaga, Apa Upaya Pemprov Riau Cegah Karhutla di Riau?

Bengkalis Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, Sepekan Terakhir 18 Hektare Lahan Terbakar

Petugas Polsek Rangsang melakukan pemadaman api karhutla yang terjadi di Desa Wonosari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Senin (8/2/2021). Dalam kasus ini, petugas menangkap satu orang pelaku yang membakar lahan tersebut.
Petugas Polsek Rangsang melakukan pemadaman api karhutla yang terjadi di Desa Wonosari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Senin (8/2/2021). Dalam kasus ini, petugas menangkap satu orang pelaku yang membakar lahan tersebut. (Dok. Polres Kepulauan Meranti)

Kapolres Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK melalui Kapolsek Rangsang, Iptu Jhoni Rekmamora kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (10/2/2021) memberi penjelasan.

Kronologis kejadian bermula pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2021 sekitar pukul 08.00 Wib.

Terduga pelaku membersihkan lahan dengan cara membakar satu tumpukan perun untuk ditanami tumbuhan cabe.

Kemudian terus berlanjut membersihkan lahan yang masih belukar sampai dengan tanggal 8 Februari 2021 pukul 08.00 Wib.

"Saat itu terduga pelaku sudah membersihkan lahan miliknya seluas 1 jalur atau 2.500 m² dengan cara ditumpukkan sisa-sisa gambut sebanyak 5 tumpukan, masing-masing berjarak 2 meter,”jelas Rekmamora.

“ Selanjutnya tumpukan tersebut dibakar dengan cara mengambil cangkul untuk memindahkan bara api yang masih hidup dari tumpukan perun yang terduga pelaku bakar,"sambungnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di jajaran Mapolsek Rangsang tersebut menuturkan, sebelumnya pada hari Minggu tanggal 7 Februari 2021, bara api yang dimaksud diletakkan pada 5 perun atau tumpukan.

Setelah itu terduga pelaku kembali ke gubuk untuk beristirahat lebih kurang 15 menit.

Lalu, ia melihat perunnya telah hidup dan mengeluarkan asap.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved