Senin, 20 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pemerintahan Joe Biden Tolak Pencaplokan Israel Di Dataran Tinggi Golan, Netanyahu Pun Meradang

Israel menduduki dataran tinggi strategis dalam perang tahun 1967 dengan Suriah itu dan mencaploknya pada tahun 1981.

AFP / MENAHEM KAHANA
Tank Israel di Dataran Tinggi Golan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemerintahan Joe Biden menolak klaim Israel atas dataran tinggi Golan. Wilayah ini diakui Amerika Serikat sebagai wilayah Israel pada zaman pemerintahan Trump.

Beberapa waktu lalu, Menlu Amerika Serikat, Antony Blinken mengatakan, jika AS tidak mengakui dataran tinggi Golan sebagai wilayah Israel lantaran melanggar hukum internasional.

"Pertanyaan soal hukum itu soal lain dan seiring bergulirnya waktu, jika situasi di Suriah berubah, itu adalah sesuatu yang akan kami pertimbangkan. Tapi, kami belum sampai ke arah sana," ungkap Blinken kepada CNN.

Menanggapi hal itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pada Selasa (9/2/2021) kemarin menegaskan jika Dataran Tinggi Golan selamanya akan menjadi milik Israel.

Pada 2019, Presiden AS saat itu, Donald Trump berbeda pendapat dengan mayoritas negara lainnya dengan mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel.

Israel menduduki dataran tinggi strategis dalam perang tahun 1967 dengan Suriah itu dan mencaploknya pada tahun 1981.

Blinken mengatakan pada Senin bahwa dia melihat kendali atas Golan, yang menghadap ke Israel utara dan juga berbatasan dengan Lebanon dan Yordania, sebagai wilayah "yang sangat penting bagi keamanan Israel" tetapi berhati-hati dalam mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut.

Netanyahu membalas pernyataan itu, "Lihat, mereka mengatakan sedang mempertimbangkannya, tapi saya sudah mempertimbangkannya.

Sejauh yang saya tahu, Dataran Tinggi Golan akan selamanya menjadi bagian dari Israel, bagian negara yang berdaulat." 

"Apakah, harus kami kembalikan ke Suriah?" imbuh Netanyahu, "Haruskah kami kembalikan Golan ke situasi di mana terjadinya pembantaian berbahaya?"

Suriah telah lama meminta agar Golan dikembalikan dan aneksasi Israel atas wilayah itu tidak diakui secara internasional.

Trump yang menandatangani dekrit pada Maret 2019, menyatakan dukungannya terhadap kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan Suriah, yang dianeksasi pada 1981.

Tindakan yang tak pernah diakui dunia. Suriah kala itu mendeskripsikan keputusan Trump sebagai pelanggaran yang terang-terangan atas kedaulatan Suriah.

Israel dan Suriah yang sampai detik ini masih perang terpisah secara de facto oleh perbatasan di Dataran Tinggi Golan, di mana Israel telah menganeksasi sejak akhir perang 6 Hari tahun 1967.

(*)

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved