Breaking News:

Fakta 10 Hari Terjadinya Semburan Gas di Pesantren Pekanbaru, Ini Penilaian Ahli Geoologi

Hingga Jumat (12/2/2021), gas belum berhenti menyembur. Terhitung sudah 10 hari gas menyembur, yang menimbun kawasan pesantren dengan batu dan lumpur.

TribunPekanbaru/RizkyArmanda
Pemasangan spanduk tanda dilarang mendekat di lokasi semburan gas di Pekanbaru Sabtu 6 Februari 2021 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Semburan gas disertai lumpur dan batu di Pondok Pesantren Al Ihsan Boarding School Riau Kampus 2 di Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menggegerkan publik.

Hingga Jumat (12/2/2021), gas belum berhenti menyembur.

Terhitung sudah sembilan hari gas menyembur, yang menimbun kawasan pesantren dengan batu dan lumpur.

Namun, intensitas semburan gas sudah jauh berkurang dari hari sebelumnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-974648810682144181-5112'); });

Semburan gas rawa yang terjadi ini mendapat perhatian dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah (Pengda) Provinsi Riau.

Bahkan, Ketua IAGI Pengda Riau Irdas Amanda Muswar turun langsung ke lokasi semburan gas, Jumat sore.

JANGAN Mendekat, Kata Kapolresta saat Tinjau Lokasi Semburan Gas di Ponpes Al Ihsan Pekanbaru

VIDEO: Diameter Semburan Gas di Pesantren Pekanbaru Capai 6 Meter, Pemeritah Upayakan Penutupan

Ketua IAGI Pengda Riau Irdas Amanda Muswar saat diwawancarai Kompas.com usai melihat lokasi semburan gas di Ponpes Al Ihsan Boarding School Riau Kampus 2 di Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (12/2/2021).
Ketua IAGI Pengda Riau Irdas Amanda Muswar saat diwawancarai Kompas.com usai melihat lokasi semburan gas di Ponpes Al Ihsan Boarding School Riau Kampus 2 di Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (12/2/2021). (KOMPAS.COM/IDON)

Semburan gas itu sempat mengeluarkan pasir, batu hingga lumpur.

Irdas menganalisa, material yang keluar itu adalah erosi dari semburan gas yang bercampur air, sehingga lubang semburan terus melebar.

Namun, saat ini, intensitas semburan gas sudah jauh turun dari hari ke hari. Menurut Irdas, semburan gas tak lagi mengkhawatirkan.

"Kalau kami lihat secara keilmuan kemudian seperti data yang ada di Dinas ESDM, ini potensinya karena dangkal dan tingkat semburannya sudah menurun dari hari ke hari sampai sangat mengecil. Jadi, ini memang potensinya kemungkinan gas rawa," kata Irdas, saat diwawancarai Kompas.com, Jumat.

Halaman
12
Editor: CandraDani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved