Breaking News:

Gelagat Mencurigakan Saat Melintas, Pria di Inhu Ketahuan Simpan Sesuatu dalam Sepatu

Berbagai cara dilakukan oleh para pelaku kejahatan tindak pidana narkoba untuk mengelabui aparat Kepolisian.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: Ariestia
Polsek Kuala Cenaku
KMD alias Doni diamankan oleh aparat Kepolisian Polsek Kuala Cenaku. 

Kasus Narkoba Libatkan Oknum Kompol

Kasus kurir 16 Kg sabu-sabu yang melibatkan oknum perwira polisi berpangkat Kompol masih terus bergulir.

Usai berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21, penanganan kasus penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 16 Kg, memasuki proses lanjutan.

Penyidik dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, selaku pihak yang menangani perkara mengatakan proses sudah masuk tahap II.

Artinya, sudah melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Riau.

Kaus tersebut melibatkan dua tersangka, satu diantaranya, yakni pria bernama Imam Zaidi Zaid, yang merupakan oknum anggota polisi berpangkat Kompol.

Proses tahap II kasus 16 Kg sabu-sabu yang melibatkan tersangka Kompol Imam Zaidi (tiga dari kanan) dan Hendri Winata (dua dari kiri) pada Jumat (5/2/2021) kemari.
Proses tahap II kasus 16 Kg sabu-sabu yang melibatkan tersangka Kompol Imam Zaidi (tiga dari kanan) dan Hendri Winata (dua dari kiri) pada Jumat (5/2/2021) kemari. (istimewa)

Terakhir, Imam berdinas di Direskrimum Polda Riau.

Kompol Afrizal, selaku Kanit 1 Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menyampaikan, proses tahan II dilakukan bertempat di Rutan Tahti Mapolda Riau, pada Jumat (5/2/2021) kemarin, sekitar pukul 09.00 WIB.

"Berdasarkan P-21 dari kejaksaan, kita pada Jumat kemarin, sekitar pukul 09.00 WIB, sudah melaksanakan tahap II, menyerahkan tersangka dan barang bukti (ke JPU),” jelasnya.

“(Tersangka) atas nama Imam Ziadi Zaid dan Hendri Winata alias Acui. Berikut barang bukti mobil Opel Blazer," ucapnya.

Setelah dilakukan tahap II diungkapkan Afrizal, untuk penahanan tersangka masih dilakukan di Rutan Tahti Polda Riau. Hal ini mengingat kondisi terkini, masih pandemi Covid-19.

"Mungkin jaksa masih memerlukan bantuan kita dalam hal penahanan tersangka, dititipkan," tuturnya.

Disinggung soal pengembangan perkara, Afrizal menyatakan, hal tersebut masih terus didalami oleh penyidik yang menangani kasus ini.

"Tetap kita kejar ke (jaringan) atasnya. Ini jaringan Malaysia," terang Kompol Afrizal.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, mengungkapkan, kejaksaan sudah menyiapkan sejumlah JPU untuk menghadapi proses persidangan perkara tersebut.

"JPU-nya sudah ditunjuk. Biasanya gabungan dari Kejati Riau dan juga Kejari (setempat)," tuturnya.

Sebelumnya, berkas perkara oknum polisi dari Polda Riau, Kompol Imam Ziadi yang terjerat kasus narkotika, dinyatakan sudah lengkap oleh jaksa peneliti dari Kejati Riau.

Kompol Imam merupakan tersangka dalam kasus peredaran barang haram tersebut. Ia diduga terlibat sebagai kurir yang mengantar sabu-sabu seberat 16 Kg.

Dirinya ditangkap bersama satu orang rekannya, Hendri Winata. Saat itu keduanya sedang mengendarai mobil untuk mengantarkan barang haram ke tujuan.

Berkas perkara, sebelumnya dilimpahkan oleh penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, selaku pihak yang menangani kasus ini.

Ini merupakan pelimpahan berkas perkara kedua. Setelah pada pelimpahan pertama, berkas perkara sempat dinyatakan P-19, atau dikembalikan dengan petunjuk jaksa.

Alhasil, pada kesempatan pelimpahan kali ini, jaksa peneliti Kejati Riau menyatakan berkas perkara sudah P21 atau lengkap.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved