Breaking News:

LAMR Syukuran, Blok Rokan akan Dikelola Mandiri Bersama Pertamina, Kita di Sini Menjadi Toke

Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Sabtu (14/2/2021) menggelar acara syukuran atas didapatnya restu keinginan pengelolaan Blok Rokan

TRIBUN PEKANBARU / NASUHA NASUTION
Lembaga Adat Melayu Riau Gelar Syukuran Setelah Dipercaya Dapat Sinyal Ikut Kelola Blok Rokan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Sabtu (14/2/2021) menggelar acara syukuran atas didapatnya restu keinginan pengelolaan Blok Rokan oleh Presiden Jokowi dan juga Komisi VII DPR RI, dalam alihkelola dari Chevron ke Pertamina.

Syukuran yang digelar sederhana itu dihadiri beberapa pengurus LAMR, di antaranya Datuk Khairul Zainal, Datuk Asrar Rahman, Datuk Nasir Penyalai, Datuk Haji Raja Marjohan, kemudian Tokoh Masyarakat Sakai, Datuk M Yatim dan Ketua Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Fachri Yasin. Hadir juga perwakilan dari Keluarga Masyarakat Riau (Kemari) Chevron.

"Hari ini, kita bersama masyarakat Riau menyambut baik kepercayaan dari Negara dalam partisipasi pengelolaan Blok Rokan kepada LAMR, bersama pemprov dan Pemkab dan pemko,"ujar Ketua Umum Dewan Pengurus Harian (DPH) LAMR, Datuk Syahril Abubakar, Sabtu (13/2/2021)

Diterangkan Syahril, masyarakat Riau sudah menanti-nanti momen ini hampir seratus tahun, dimana dulunya Blok Rokan ini pernah menghasilkan minyak sebesar 1 juta barel per - harinya.

Bahkan Blok ini baru bisa kembali ke pangkuan ibu pertiwi saat Sumber Daya Alam (SDA) minyak ini hampir habis dan diperkiran hanya tersisa cadangan minyak sebesar 1 milliar barel.

Sudah Tua, Bagaimana Cara Pertamina Tingkatkan Produksi Blok Rokan Setelah Ditinggal CPI?

Pipa Minyak Mentah Pertagas akan Melewati Siak, Persiapan Alih Kelola Blok Rokan dari Chevron

Diceritakan dia, di Balai Adat tempat acara syukuran ini berlangsung, Presiden Jokowi pernah menyampaikan, dia menyetujui bahwa Blok Rokan boleh dikelola daerah secara Business to Business (B to B), dan LAMR sudah menyetujui semua persyaratannya.

LAMR melalui Badan Usaha Milik Adat (BUMA), lanjut Syahril, berkemungkinan akan mendapatkan bagian 39 persen pengelolaan Blok Rokan. Karena, Pertamina akan mengelola 51 persen dan BUMD Riau 10 persen.

"Kita disini adalah menjadi toke, menjadi tuan, menjadi saudagar, bukan pekerja dalam 39 persen saham ini. Kita akan jadi pemilik disamping Pertamina dan Pemprov Riau,"ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Komisi VII DPR RI sebelumnya, Syahril mengungkapkan rasa bangganya karena DPR RI tidak sekalipun mengecilkan orang Melayu, dan tidak ada keraguan dari mereka terhadap persiapan LAMR dalam mengelola Blok Rokan ini.

"Blok Rokan ini sudah tidak asing lagi bagi kami. Atuk nenek kami tak ada yang insinyur, yang lulusan Sekolah Rakyat (SR) pun, minyak tetap juga bisa disedot ketika itu," ujarnya.

Untuk sekarang, katanya, budak-budak (anak-anak) Riau sudah sangat paham dengan Blok Rokan ini, sehingga DPR RI sudah memberikan jaminan bahwa semua pekerja asal Riau yang saat ini bekerja di Chevron, akan diakomodir oleh Pertamina.

"Itu di dunia kerja, sedangkan di dunia usaha, para pengusaha yang selama ini berada dalam LBD (Local Business Development) tetap akan melanjutkan usahanya, dan berada di bawah payung LAMR. Ini untuk mencegah datangnya pengusaha dari luar Riau, LAMR pasti akan mengawal itu,"ujar Syahril Abubakar.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved