Breaking News:

Bangkrut Tinggal Gigit Jari, Waspadai Investasi Perdagangan Berjangka Ilegal yang Masih Marak

Apalagi jika sampai bangkrut gara-gara terjebak investasi berjangka, tinggal penyesalan dan gigit jari saja

Tribun Pekanbaru/Firmauli Sihaloho
Ilustrasi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Maraknya saat ini investasi perdagangan berjangka membuat banyak penawaran datang ke masyarakat.

Karenanya, masyarakat Riau diminta untuk mewaspadai penawaran investasi ilegal terkhusus produk perdagangan berjangka tersebut.

Apalagi jika sampai bangkrut gara-gara terjebak investasi berjangka, tinggal penyesalan dan gigit jari saja.

Daerah Riau sebagaimana diketahui, merupakan satu daerah yang berkembang seiring dengan hadirnya beragam bisnis, termasuk perdagangan berjangka.

Tapi mesti diakui bahwa masyarakat belum memahami sepenuhnya tentang penawaran investasi dan produk yang ditawarkan pada industri ini.

"Hingga saat ini kita masih banyak mendengar kasus masyarakat terjebak dalam investasi ilegal, yang mengatasnamakan perdagangan berjangka, tentunya sangat memprihatinkan,”kata Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi, Senin (15/2/2021).

“ Hal itu tidak hanya merugikan masyarakat, tapi juga merugikan industri ini secara keseluruhan, yang legal pun kena dampaknya,"imbuhnya.

Oleh karena itu, menurut Fajar, dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peluang investasi dan bisnis pada industri perdagangan berjangka.

Perlu peran serta dukungan dari berbagai pihak untuk turut memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Fajar menambahkan, pada tahun 2021 ini, perseroan memperkirakan perdagangan bursa berjangka tetap akan tumbuh positif seperti periode 2020 lalu.

Meski adanya pandemi Covid-19 yang menyebar di tanah air sejak Maret 2020 lalu.

Data PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) mencatat sepanjang 2020 lalu volume transaksi kontrak Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) di Jakarta Futures Exchange (JFX) mencapai 7.767.855,4 lot, sedangkan Kontrak Primer mencapai 1.678.267 lot.

Sedangkan pada 2019 lalu, transaksi Kontrak Sistem Perdagangan Alternatif mencapai 6.501.246,7 lot dan Kontrak Primer mencapai 1.467.516,0 Lot.

Adapun PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Berfungsi sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi serta Pasar Fisik Komoditas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ).

( Tribunpekanbaru.com / Alexander )

Penulis: Alex
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved