Kamar Mandi Jadi Tempat Favorit BCL dan Mendiang Suaminya, Ibu Noah Selalu Nangis Kenangan di Sana
Penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) mengaku lebih sensitif setelah ditinggal oleh almarhum Ashraf Sinclair
TRIBUNPEKANBARU.COM - Hati siapa yang tak berat ditinggalkan suami tercinta.
Mungkin begitu juga bagi penyanyi dan pemeran, Bunga Citra Lestari atau BCL.
Penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) mengaku lebih sensitif setelah ditinggal oleh almarhum Ashraf Sinclair.
Dirinya mengatakan tidak ingin melakukan sesuatu seperti yang orang lain minta.
"Don't ask them to do something," terang BCL.
Karena baginya, untuk bernafas saja sudah susah ketika ia kehilangan orang yang dicintainya pergi.
Selain itu, ia juga tidak nyaman jika ditanya mengapa Ashraf bisa meninggal dunia.
"Kok bisa ya, kenapa ya, he still very young, kaya gitu misalnya," terang BCL.
Namun ternyata masih ada orang yang bertanya sedemikian rupa kepadanya.
BCL mengenang hari di mana saat ia berkabung kehilangan suaminya yang meninggal pada 18 Februari 2020.
Hal itu terlihat dalam video Love story #5 - Menghadapi Duka & Status Baru di kanal YouTube IT'S ME BCL, Minggu, (14/2/2021).
BCL menyatakan dirinya hanya membutuhkan keberadaan orang di sampingnya, daripada menanyakan kenapa Ashraf pergi.
Ia mengatakan tidak bisa mengubah waktu ketika sang suami meninggal dunia.
"Buat gue pernyaan why itu nggak penting," terang BCL.
Karena saat hari dimana Ashraf menghembuskan nafas terakhirnya, BCL hanya memikirkan anaknya.
Dirinya mengakui jika kini telah menerima dengan lapang dada kepergian Ashraf Sinclair.
"Gue accept, gue pengen Ashraf pergi dengan tenang," terang BCL.
Pada saat itu, ia dan anaknya merasa sangat terpukul kehilangan Ashraf.
Ia sangat menghargai banyak kerabat yang membantunya di saat Ashraf Sinclair meninggal dunia.
Banyak pula, yang peduli terhadapnya, hingga untuk sekedar mengingatkan makan.
Namun, BCL berpesan jangan pernah menyuruh dia untuk kuat.
"Jangan suruh aku untuk kuat, siapa sih yang bisa kuat pada saat seperti itu," terang BCL.
BCL mengaku bahwa semua orang mempunyai perasaan yang berbeda tidak seperti dirinya.
Ia juga berpesan sebaiknya penyebab kematian suaminya tidak usah ditelusuri lebih dalam, karena untuk menghargai perasaannya.
"Sejujurnya keluarga gue, keluarga Ashraf, dan Noah tidak pernah membahas the why," terang BCL.
Saat ini yang ia butuhkan adalah melakukan hal yang terbaik untuk Ashraf yang telah tiada.
Sementara itu, Daniel Menanta melontarakan pertanyaan tantang pelarian BCL ketika ditinggal Ashraf Sinclair.
"Gue nggak lari, gue ngerasanya gue tidur di kamar itu Niel, gue stay di rumah itu nggak keluar," terang BCL.
Diketahui, Ashraf meninggal di dalam kamar yang selama ini ditempati oleh BCL.
Ketika Ashraf telah pergi, BCL memilih menempati kamar itu lagi atas permintaan anaknya.
"Gue rasa kalau Noah mau tidur di situ, ya ini yang harus gue hadepin," terang BCL.
Ia mengatakan lebih sering menangis di dalam kamar mandi, karena kamar mandi merupakan tempat favoritnya dengan Ashraf.
Setiap harinya, ia menciumi parfum Ashraf sebagai obat rindunya kepada Ashraf.
Selama ini ia biarkan dirinya untuk berkembang dengan cara meneruskan kariernya.
Karena ia sadar masih banyak crew yang bergantung kepadanya.
Namun, ia mengakui bahwa senyumnya yang sekarang bukanlah senyumannya yang dulu.
"Gue bisa senyum tapi dengan Bunga yang baru, bukan Bunga yang itu, Bunga yang itu udah nggak ada," terang BCL.(*)
Sumber Tribun Manado : https://manado.tribunnews.com/2021/02/14/bcl-ngaku-sering-menangis-di-kamar-mandi-tempat-favoritnya-bersama-mendiang-ashraf