Breaking News:

Apa Kabar Pak Jokowi? Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 5.803 Triliun, Sri Mulyani: Hati-hati

Utang Luar Negeri Indonesia hingga akhir tahun 2020 sudah mencapai Rp 5.803 triliun dan Menteri Keuangan atau Menkeu RI Sri Mulyani menjelaskan

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Capture youtube
Apa Kabar Pak Jokowi? Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 5.803 Triliun, Sri Mulyani: Hati-hati. Foto: Menkeu RI Sri Mulyani 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Utang Luar Negeri Indonesia hingga akhir tahun 2020 sudah mencapai Rp 5.803 triliun dan Menteri Keuangan atau Menkeu RI Sri Mulyani menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia atas kondisi melonjaknya utang luar negeri Indonesia itu.

Berdasarkan laporan dari Bank Indonesia, Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir kuartal IV 2020 tercatat sebesar 417,5 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 5.803,2 triliun (kurs Rp 13.900 per dollar AS).

Posisi Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir kuartal IV 2020 tercatat lebih tinggi dibandingkan akhir kuartal III yang sebesar 413,4 miliar dollar AS.

Dilansir dari Kompas.com, Utang Luar Negeri Indonesia juga mengalami lonjakan, dengan rasio terhadap PDB di level 38,5 persen.

“Kita perkirakan (utang Indonesia) akan mendekati 40 persen dari PDB namun sekali lagi Indonesia masih relatif dalam posisi yang cukup hati-hati atau prudent,” tegas Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan utang Indonesia masih dalam posisi prudent dibandingkan negara maju dan ASEAN seperti Malaysia 66 persen, Singapura 131 persen, Filipina 54,8 persen dan Thailand 50 persen (rasio terhadap PDB).

Ia menuturkan selama ini pemerintah menetapkan langkah-langkah dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian.

Kontraksi ekonomi cukup moderat dan defisit APBN sebesar 6 persen, juga relatif lebih kecil dibanding negara lain yang di atas 10 persen.

Ia menjelaskan defisit yang semakin tinggi menunjukkan utang yang dimiliki juga semakin banyak seperti defisit negara maju yakni Amerika Serikat (AS) mendekati 15 persen dan Perancis 10,8 persen.

“Ini artinya apa? negara-negara ini hanya dalam satu tahun utang negaranya melonjak lebih dari 10 persen sementara Indonesia tetap bisa terjaga di kisaran 6 persen,” jelas Sri Mulyani.

Tak hanya itu, ia menyebutkan banyak negara maju yang utang pemerintahnya telah melampaui nilai Produk Domestik Bruto ( PDB) seperti AS sekitar 103 persen, Perancis lebih dari 118 persen, Jerman 72 persen dari PDB, China hampir 66 persen, dan India mendekati 90 persen.

Sri Mulyani mengatakan hal itu menunjukkan bahwa pemerintah mampu menangani Covid-19, sekaligus dampaknya sehingga efek yang dialami Indonesia tidak sedalam negara-negara lain.

“Ada negara yang lebih baik dari kita seperti Vietnam, China, dan Korea Selatan.

Namun hampir sebagian besar negara G20 atau negara ASEAN mereka jauh lebih dalam dampak perekonomiannya akibat pukulan Covid-19,” kata dia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved