Breaking News:

Taklukkan Militer Belanda di Selat Guntung, Sultan Siak Ini Layak Jadi Pahlawan Nasional dari Riau

Pengusulan Sultan Siak Tengku Buwang Asmara yang bergelar Sultan Abdul Jalil Muzafarsyah menjadi Pahlawan Nasional dari Riau terus menggema

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Taklukkan Militer Belanda di Selat Guntung, Sultan Siak Ini Layak Jadi Pahlawan Nasional dari Riau. Foto: Pekerja tengah mengecat kawasan Monumen Perjuangan, Jalan Dipenogoro, Pekanbaru, Riau yang menjadi satu bukti perlawanan rakyat Riau terhadap penjajahan militer Belanda. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pengusulan Sultan Siak Tengku Buwang Asmara yang bergelar Sultan Abdul Jalil Muzafarsyah menjadi Pahlawan Nasional dari Riau terus menggema dari kabupaten Siak.

Setidaknya, Sultan Siak Tengku Buwang Asmara sudah memenuhi 3 syarat untuk ditetapkan kementrian sosial sebagai Pahlawan Nasional dari Riau . 

Tengku Buwang Asmara merupakan satu dari 12 Sultan Siak yang mempunyai pengalaman heroik dalam melawan militer Belanda di Riau dan dinilai layak masuk dalam daftar Pahlawan Nasional dari Riau .

Saat ekspansi militer Belanda ke tanah Siak, pasukan Sultan Siak Tengku Buwang Asmara memberikan perlawanan sengit.

Walhasil, militer Belanda kalah dan terpaksa balik arus menuju Selat Melaka setelah dihajar pasukan Sultan Siak Tengku Buwang Asmara .

Perang antara pasukan Sultan Siak Tengku Buwang Asmara dengan militer Belanda itu terjadi di Sungai Siak, kampung Selat Guntung, saat ini masuk kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak.

Kisah singkat perang Sultan Siak Tengku Buwang Asmara dengan militer Belanda itu akan uraikan di bagian bawah tulisan ini. 

Kepala Dinas Sosial Siak Wan Idris mengatakan, tiga syarat yang telah terpenuhi itu adalah daftar riwayat hidup perjuangan calon pahlawan nasional, biografi calon pahlawan nasional dan dokumen pendukung calon pahlawan nasional.

Syarat lainnya akan diselesaikan dalam waktu dekat sehingga pihaknya segera mengusulkan melalui gubernur Riau.

“Kita juga sudah membuat naskah sejarah Tengku Buwang Asmara, bagaimana perjuangan beliau melawan Belanda yang terkenal dengan perang Guntung di Sabak Auh,” kata Wan Idris kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (11/2/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved