Breaking News:

Dugaan Tipikor di Pelalawan

BREAKING NEWS: Mantan Pejabat Strategis BUMD Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Tipikor

Kejari menetapkan satu tersangka kasus Tipikor dugaan penyimpangan dalam kegiatan belanja barang operasional kelistrikan BUMD Tuah Sekata Pelalawan.

Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan Nophy Tennophero Suoth SH usai mengikuti vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Pangkalan Kerinci beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Kejari Pelalawan menetapkan seorang tersangka dalam kasus Tipikor dugaan penyimpangan dalam kegiatan belanja barang operasional kelistrikan BUMD Tuah Sekata Pelalawan hari ini, Kamis (18/02/2021).

Tersangka berinisial AF yang merupakan mantan pejabat di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata.

"Tersangka AF adalah mantan pejabat yang memiliki jabatan strategis di BUMD Tuah Sekata selama periode 2012-2016," terang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth SH MH, kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (18/02/2021).

Kajari Nophy menjelaskan, AF diduga bertanggung jawab penuh atas kegiatan belanja operasional di BUMD Tuah Sekata Pelalawan 2012 sampai 2016 yang menimbulkan kerugian negara.

Praktik korupsi yang dijalankan AF yakni diduga Mark up atau menggelembungkan harga hingga terjadi penyimpangan-penyimpangan di tubuh perusahaan plat merah itu

"Kita sudah memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menjerat tersangka AF. Ini terus kita kembangkan dan dalami," tambah Kajari Nophy.

Tersangka diduga melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jaksa telah memeriksa belasan saksi dalam perkara rasuah ini dari pihak BUMD mulai dari mantan pejabat, pejabat yang masih duduk, pegawai, hingga bendahara.

Diberitakan sebelumnya, dugaan korupsi yang dibidik Kejari Pelalawan terkait mark up pembelanjaan dan pengeluaran BUMD dalam kurun waktu tahun 2012 sampai 2016 silam.

Diduga ada oknum pejabat perusahaan plat merah itu yang sengaja menggelembungkan harga pembelian material perusahaan yang mengurusi arus listrik ini.

Bahkan jumlah temuannya cukup besar hingga miliaran rupiah.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved