Breaking News:

Sengketa Pilkada Kuansing 2020 di MK

Dua Kali Sidang, MK Tolak Sengketa Pilkada Kuansing 2020, Ini Pertimbangan Hakim

MK menyatakan sengketa Pilkada Kuansing 2020 tidak dapat diterima.Putusan yang dibacakan pada Rabu (17/2/2021)

tribunpekanbaru/palti
Ketua KPU Kuansing Irwan Yuhendi saat menerima surat suara untuk Pilkada Kuansing 2020.MK akhirnya mengeluarkan putusan dismissal pada sengketa Pilkada Kuansing 2020. 

"Terimakasih pada jajaran KPU. PPK dan PPS yang sudah bekerja sesuai peraturan. Juga ke Bawaslu sebagai penyelenggara," paparnya.

"Semua Paslon, Forkopimda. Semua yang membantu Pilkada Kuansing," katanya.

Dengan putusan MK ini, katanya, langkah selanjutnya yakni pleno penetapan bupati dan wakil bupati Kuansing terpilih.

"Langkah selanjutnya pleno penetapan. Kita akan pleno internal untuk menentukan pleno penetapan. Pastinya dalam waktu dekat," katanya.

Sebelumnya, Hakim MK memutuskan sengketa Pilkada Kuansing 2020 tidak dapat diterima. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang pengucapan putusan / ketetapan Rabu (17/2/2021).

Putusan tersebut langsung dibacakan ketua MK Anwar Usman. Dalam keterangannya putusan tersebut meruoakan hasil musyawarah 9 hakim MK.

"Menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima," kata Anwar Usman kala membacakan putusan.

Dalam eksepsinya, hakim HK mengatakan eksepsi termohon dan pihak terkait berkenan kedudukan hukum pemohon beralasan menurut hukum.

Hakim juga menyatakan pemohon tidak memiliki keududukan hukum.

Sebelumnya, MK sudah menggelar dua kali sidang terkait sengketa Pilkada Kuansing 2020.

Mendengarkan pihak pemohon dan termohon, pihak terkait dan Bawaslu. Juga menerima alat bukti dari semua pihak.

Sebelum memasuki sidang lanjutan yakni pemeriksaan saksi dan bukti, hakim MK sudah memutuskan nasib sengketa Pilkada Kuansing.

Sengketa Pilkada Kuansing 2020 diajukan pihak Paslon Halim-Komperensi ke MK karena tidak menerima hasil Pilkada.

Pilkada Kuansing 2020 sendiri diikuti tiga Paslon. Sesuai nomor urut, Paslon Andi Putra - Suhardiman Amby (ASA), Paslon Mursini - Indra Putra (Bermitra) dan Paslon Halim - Komperensi (HK).

Hasil pleno KPU Kuansing, Paslon ASA meraih suara terbanyak yakni 70.238 suara. Paslon Bermitra meraih 36.985 suara dan Paslon HK meraih 52.383 suara.

Pada 29 Januari lalu, pemohon sudah membacakan permohonannya.

Pada 4 Februari lalu, pihak termohon, terkait dan Bawaslu juga memberi jawaban atas tudingan Paslon HK. Bukti dari semua pihak pun sudah diserahkan ke MK.

Dalam jawabnya, KPU Kuansing, Paslon ASA dan Bawaslu menolak semua dalil Paslon HK.

Dalam gugatan ke MK, Paslon HK menilai Pilkada Kuansing 2020 terjadi pelanggaran dan kecurangan secara Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM).

KPU Kuansing dituding berpihak dan terlibat secara aktif - baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama jajaran pemegang kekuasaan di Pemkab Kuansing - untuk memenangkan Paslon ASA.

Tudingan soal KPU dan pemegang kekuasaan di Pemkab Kuansing bagi Paslon HK memenuhi unsur-unsur yang bersifat TSM.

Pelanggaran TSM versi Paslon HK, terjadi di hampir seluruh kecamatan di Kuansing yakni 13 dari 15 kecamatan.

Bukti untuk ini, Paslon HK merinci 34 titik kampanye Paslon ASA yang tidak menggunakan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari pihak yang berwenang.

Pelanggaran lainnya yang dibeberkan untuk mendukung tudingan TSM yakni dugaan penyalahgunaan wewenang berupa keterlibatan kepala desa (tiga desa dalam permohonan).

Dugaan terjadinya politik uang yang dilakukan Palson ASA (tiga kasus) ; kampanye hitam dan ujaran kebencian di media sosial yang diduga dilakukan oleh tim paslon ASA (dua kasus).

Paslon HK pun mengklaim dugaan pelanggaran tersebut sangat signifikan pengaruhnya dalam perolehan suara.

Paslon HK pun meminta untuk mendiskualifikasi Palson nomor urut 1 (ASA) atau melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Namun dalil Paslon HK dimentahkan hakim MK dengan putusan "Permohonan pemohon tidak dapat diterima".

( Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan )

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved