Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mama Muda Berteriak Melihat Sesuatu yang Panas, Ternyata Sebuah Musibah

mama muda tiba-tiba berteriak, ternyata ia melihat api berkobar di sebuah bangunan home industry dan ia menjadi satu saksi Kebakaran di Pekanbaru

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nolpitos Hendri
Instagram.com
Mama Muda Berteriak Melihat Sesuatu yang Panas, Ternyata Sebuah Musibah. Foto: Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seorang mama muda tiba-tiba berteriak, ternyata ia melihat api berkobar di sebuah bangunan home industry dan ia menjadi satu saksi Kebakaran di Pekanbaru .

Kebakaran di Pekanbaru itu menghanguskan bangunan home industry di Jalan Muhajirin, Gang Guru, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, hangus terbakar, Kamis (18/2/2021).

Musibah Kebakaran di Pekanbaru menghanguskan tempat usaha atau Home Industry di Pekanbaru yang bergerak di bidang pembuatan kerupuk merk Sumber Rezeki 2 Ikan. 

Pemiliknya bernama Supriyadin (46).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kerugian materil, ditaksir Rp200 juta.

Kejadian ini pertama kali diketahui saksi bernama Umi Sumiati (38).

Saat ia selesai sholat Zuhur, ia mendengar ada suara seperti benda yang terjatuh.

Saat melongok ke sisi kirinya, ia melihat api sudah membesar.

Ia pun berteriak sambil mengambil air.

Warga sekitar yang mendengar suara teriakan, kemudian mendatangi lokasi dan mencoba membantu pemadamkan api dengan alat seadanya.

Warga juga melaporkan kejadian kebakaran kepada Polsek tampan, yang kemudian berkoordinasi dengan pemadam kebakaran.

"Api dapat dipadamkan dengan bantuan 5 unit mobil pemadam kebakaran," kata Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita.

Penyebab kebakaran disebutkan Kapolsek, masih dalam proses penyelidikan.

"Dugaan sementara kebakaran diduga akibat adanya arus pendek dari oven keruput yang terbuat dari seng," terangnya.

Kebakaran di Kampar Hangus Satu Unit Rumah

Rumah kosong di Desa Sungai Pagar Kecamatan Kampar Kiri Hilir habis dilalap si jago merah, Senin (15/2/2021) pagi.

Kejadian ini ditaksir menyebabkan kerugian bagi pemilik rumah bernama Jurawati (58) sebesar Rp 300 juta.

Kejadian kebakaran ini pertama kali diketahui tetangga depan rumah korban bernama Ardi Nizam sekitar pukul 05.00 WIB.

Ardi mengetahui kebakaran terjadi saat tengah bersiap untuk melaksanakan sholat subuh.

Saat itu Ardi melihat api telah menjalar dibagian atap rumah korban.

Melihat itu, Ardi bergegas menghubungi pemilik rumah Jurawati dan juga meminta bantuan kepada warga sekitar.

Ardi bersama warga lainnya kemudia berupaya menyelamatkan barang-barang di dalam rumah tetangganya itu serta membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Sekira pukul 05.30 WIB, personil Polsek Kampar Kiri Hilir tiba di lokasi kebakaran dan langsung melakukan pengamanan lokasi serta membantu warga yang tengah melakukan pemadaman.

Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Handono membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut.

Ia mengatakan sementara penyebab kebakaran diduga karena hubungan pendek arus listrik yang menimbulkan percikan api pada jaringan kabel listrik dirumah tersebut.

"Kini tim Polsek masih melakukan penyelidikan dan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran ini," jelasnya.

Kebakasan di Rokan Hulu Habnguskan Bangunan Ponpes QHI

Meski menderita kerugian ratusan juta akibat 7 ruangan santri milik Pondok Pesantren Quranic Healing Indonesia (QHI) terbakar, pimpinan ponpes tetap bersyukur.

Pasalnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Sebelumnya, pondok pesantren yang ada di Dusun Bukit Raya Lintam, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu rata akibat kebakaran pada Senin (8/2/2021) dini hari.

Seorang saksi mata kebakaran tersebut bernama Sumardi (45) mengatakan, kebakaran diketahui kala seorang santriwati memberitahukan adanya kobaran api.

Api menjalar dari ruang penyimpanan pakaian santri.

Sumardi yang diketahui sebagai penjaga ponpes tersebut langsung membangunkan seluruh santri untuk segera mencari perlindungan dan keluar dari kamar masing-masing.

Usai mengevakuasi warga pesantren, Sumardi langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran yang datang dengan armada gabungan dari Ujung Batu, Pasirpangaraian dan mobil air Syuhada.

Sekira pukul 05.15 pagi, api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan bersama sejumlah warga pesantren dan masyarakat sekitar.

Akibat kejadian tersebut, pihak Ponpes QHI diperkirakan menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah atas ludesnya tujuh ruangan tersebut.

Pimpinan Ponpes QHI Kyai Andi Sidomulyo mengatakan, kebakaran membakar sejumlah ruangan santriwati itu sempat dihalau oleh petugas damkar sebelum akhirnya rata dengan tanah.

"Berkat dihalau sebelumnya, api tak sempat merembet ke bagian gedung lain hingga menyebabkan kerugian lebih besar," kata Andi pada Senin (8/2/2021).

Walaupun menderita kerugian hingga ratusan juta, Andi mengaku, pihaknya tetap bersyukur atas tidak adanya korban jiwa dalam insiden naas subuh hari tersebut.

"Kami tetap berterimakasih atas respon cepat tim pemadam dan sejumlah pihak lainnya. Terlebih, atas tidak adanya korban jiwa dari kebakaran ini," pungkasnya.

Kantor Desa Sungai Salak Terbakar, Sekda Minta Pelayanan Tetap Optimal

Sebelumnya, Kantor Desa Sungai Salak terbakar hingga rata dengan tanah.

Sekda Rokan Hulu Abdul Haris, Senin (25/1/2021) turun meninjau lokasi kebakaran.

Dalam kunjungan tersebut Sekda mengatakan, Pemerintah Desa Sungai Salak tetap dapat melakukan pelayanan kepada masyarakat seoptimal mungkin.

Sekda menjelaskan, kunjungan pada sore hari itu adalah bentuk respon positif Pemkab Rohul dalam mendukung kinerja Pemdes Sungai Salak pasca kebakaran.

“Walaupun kantor Desa Sungai Salak terkena musibah kebakaran, Pemkab Rohul berharap pelayanan pada masyarakat yang ingin mengurus administrasi pemerintahan dan kependudukan harus tetap berjalan,” ujarnya.

“ Dengan menggunakan fasilitas yang seadanya, kita berharap perangkat Desa dapat memaksimalkan kinerja,” pesan Sekda kepada Kepala Desa Sungai Salak Haryanto, di sela meninjau Kantor Desa Sungai Salak diduga dibakar OTK.

Diduga Dibakar OTK

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Salak Haryanto mengaku usai terbakarnya Kantor Desa Sungai Salak, sebagaimana pesan Sekda Rohul, untuk pelayanan warga sementara dengan menumpang di rumah salah satu rumah warga setempat.

"Sesuai dengan arahan dan pesan Sekda, agar kami tetap lakukan pelayanan ke masyarakat. Kita manfaatkan rumah warga yang memiliki jaringan Wi-Fi,” ujarnya.

“Sehingga kami bisa tetap dapat berikan pelayanan ke masyarakat. Kita berharap polisi mengusut dugaan kebakaran di kantor desa kita, dan penyelidikannya diserahkan ke pihak kepolisian," imbuh Haryanto.

Dijelaskan Haryanto, Kantor Desa Sungai Salak diduga sengaja dibakar oleh OTK, dan meminta polisi mengusut kasus tersebut.

Dirinya mengetahui Kantor Desa Sungai Salak terbakar saat subuh dibangunkan warga bernama Marhanda yang baru pulang dari kebun menjaga durian.

Mendapat informasi Kantor desa terbakar, Kades Haryanto langsung ke lokasi. Setibanya di TKP dirinya melihat api sudah membesar dan melalap atap bagian belakang Kantor Desa Sungai Salak.

"Saya saat itu dibantu warga, mencoba menyelamatkan beberapa barang penting, namun kebanyakan tidak terselamatkan," sebut Haryanto.

Tambah Haryanto, saat itu Ia juga sudah menginformasikan kebakaran Kantor Desa Sungai Salak ke Polsek Rambah Samo, BPBD, Satpol PP dan Damkar Rohul termasuk ke Bupati Rohul H.Sukiman.

“Mobil Damkar baru datang diperkirakan pukul 06.00 WIB, dan api baru berhasil dijinakkan petugas dibantu warga sekitar pukul 06.40 WIB,” ujarnya.

“Atap Kantor Desa Sungai Salak sudah ludes terbakar termasuk berkas dan arsip penting yang disimpan di kantor desa,” imbuhnya.

Kades Haryanto juga mengakui bahwa ada kejanggalan kebakaran yang meludeskan Kantor Desa Sungai Salak tersebut.

Dirinya menduga kantor desa dibakar OTK, karena saat kebakaran terjadi meteran listrik maupun lampu masih menyala.

Bahkan saat api membesar dirinya yang mematikan kontak (saklar) di meteran atau KWh yang berada di depan kantor desa.

Kades Sungai Salak mengakui, belum mengetahui berapa kerugian akibat terbakarnya Kantor Desa Sungai Salak yang dibangun tahun 2010 tersebut, karena masih dihitung.

Artikel berjudul "Mama Muda Berteriak Melihat Api Berkobar, Kebakaran di Pekanbaru Ludeskan Home Industry di Pekanbaru" ini ditulis wartawan Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved