Breaking News:

Permohonan Gugatannya Terhadap KPU Kepulauan Meranti Ditolak MK, Begini Respon Mahmuzin Taher

Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi dengan agenda pembacaan Putusan/Ketetapan perkara PHP Pilkada Kepulauan Meranti, Kamis

foto/net
ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi dengan agenda pembacaan Putusan/Ketetapan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Pilkada Kepulauan Meranti, Kamis (17/02/2021).

Sidang Pleno yang dilaksanakan oleh Hakim MK tersebut dihadiri oleh para pihak secara daring (Online), melalui aplikasi zoom.

Dalam keputusannya terhadap gugatan yang diajukan oleh Mahmuzin dan Drs. H. Nuriman, MH /Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti (Pemohon) terhadap KPU Kepulauan Meranti (Termohon), Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa permohonan pemohon tidak dapat diterima dikarenakan melewati tenggang waktu pengajuan permohonan.

Sidang di laksanakan oleh 9 Hakim MK, di Pimpin oleh Ketua MK, Hakim Anwar Usman, turut hadir pihak Pemohon, Termohon dan Pihak Terkait (H. Adil, SH dan kuasa hukumnya).

Terkait hal tersebut pihak Mahmuzin Taher sebagai pihak pemohon melalui pernyataan resminya pada Kamis (18/2/2021) tidak bisa menyembunyikan rasa kurang puas dengan putusan MK tersebut.

"Hari ini kita sama-sama sudah mendengar putusan yg dibacakan oleh hakim Mahkamah Konstitusi (MK), yang menyatakan bahwa permohonan sengketa Kabupaten Meranti tidak dilanjut alias ditolak karena batas masa pelaporan sudah melampaui batas waktu, bukan dikarenakan substansi laporan," ungkapnya.

Walaupun demikian dirinya memastikan tetap menerima keputusan MK tersebut dengan lapang dada sebagi bagian proses hukum yang berjalan.

"Walaupun putusan ini kurang memuaskan bagi kita semua (konstituen Menebas khususnya) namun kita sebagai warga negara yang baik dan taat hukum sangat menghormati putusan tersebut, karena kita menghargai MK sebagai institusi hukum, yang sudah memutuskan dengan berbagai pertimbangan tentunya," tuturnya.

Dirinya juga mengajak seluruh pendukungnya untuk menghormati keputusan MK tersebut.

"Untuk itu, saya ingin mengajak masyarakat yang berpartisipasi dalam Pilkada Kepulauan Meranti tahun 2020, wabil khusus pendukung pasangan MENEBAS yang sudah sama-sama berjuang, untuk bisa menerima putusan ini dengan lapang dada, karena kita tentunya tidak mau roda kegiatan pemerintah kabupaten, terutama yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat terhambat akibat proses berkepanjangan ini," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved