Breaking News:

Terjerat Kasus Korupsi, Sekda Riau Non Aktif Yan Prana Jaya Rugikan Negara Hampir Rp2,9 Miliar

Tim penyidik Pidsus telah mendapatkan hasil pasti nilai kerugian keuangan negara dalam perkara korupsi anggaran rutin di Bappeda Siak

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
TRIBUN PEKANBARU / RIZKY ARMANDA
Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya mengenakan rompi tahanan Kejati Riau saat digiring ke mobil tahanan, Selasa (22/12/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, telah mendapatkan hasil pasti nilai kerugian keuangan negara dalam perkara korupsi anggaran rutin di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Siak.

Nilai ini didapatkan berdasarkan koordinasi tim penyidik dengan ahli auditor Inspektorat Kota Pekanbaru

Dalam perkara ini, jaksa sudah menetapkan seorang tersangka.

Dia adalah Yan Prana Jaya, Sekretaris Daerah (Sekda) non aktif Provinsi Riau.

Saat dugaan rasuah terjadi pada rentang tahun 2013-2017, Yan Prana menjabat sebagai Kepala Bappeda Siak. Ia juga bertindak sebagai Pengguna Anggaran (PA).

Asisten Pidsus Kejati Riau, Hilman Azazi memaparkan, nilai kerugian keuangan negara akibat perbuatan Yan Prana, mencapai Rp2,8 miliar lebih.

"Kerugian keuangan negara hampir Rp2,9 miliar. Yakni Rp2.895.349.844,37," ucap Hilman, Kamis (18/2/2021).

"Dia perintah langsung ke bendahara. Bendara itu cuma menarik uang negara dan diserahkan ke dia (Yan Prana). Dia aktif," sambung dia.

Nilai kerugian keuangan negara ini disebutkan Hilman, juga akan menjadi bahan untuk melengkapi berkas perkara tersangka Yan Prana.

Sementara itu, berkas Yan Prana Jaya saat ini masih ditelaah oleh jaksa peneliti Kejati Riau. Jaksa peneliti memeriksa apakah berkas sudah lengkap baik dari aspek formil maupun materil.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved