Breaking News:

Penyelundupan Narkoba di Dumai

Ternyata Penyelundupan 23 Kg Sabu dan 19.937 Pil Ekstasi di Dumai Dikendalikan oleh Napi Kota Pinang

Polres Kota Dumai, berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba jenis sabu dan Pil ekstasi, berjumlah sekitar puluhan Kg.

Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Polres Kota Dumai, berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba berjumlah sekitar puluhan Kilo gram (Kg) sabu dan belasan ribu pil ekstasi. Hal tersebut terungkap saat Press release yang dilaksanakan oleh Polres Dumai, pada Kamis (18/2/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Polres Kota Dumai, berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba berjumlah sekitar puluhan Kilo gram (Kg) sabu dan belasan ribu pil ekstasi. 

Hal tersebut terungkap saat Press release yang dilaksanakan oleh Polres Dumai, pada Kamis (18/2/2021), yang langsung dipimpin oleh Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudisthira, didampingi Waka Polres Kompol Ernis Sitinjak dan Kasat Narkoba, AKP Yoyok Iswadi.

Dalam pemaparannya, kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudisthira mengungkapkan, berkat kerjasama tim dan informasi dari masyarakat, pihaknya berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 23 paket besar yang dibungkus teh cina merk Guanyinwang, dan 4 bungkus besar pil ekstasi berbentuk love dengan isi 19.937 butir.

AKBP Andri menerangkan, dari 23 paket besar sabu diperkirakan berat sekitar 23 Kg dan 19.937 butir ekstasi pihaknya berhasil mengamankan dua kurir, berinisial AR (29), dan SN (48) pada 12 Februari 2021.

"Berdasarkan pengakuan para tersangka, narkoba ini berasal ‎dari luar negeri Malaysia, dan atas perintah MN sebagai pengendali," jelasnya.

AKBP Andri menerangkan MN merupakan narapidana perkara narkotika di Rutan kelas III Kota Pinang Sumatera utara yang sedang menjalani vonis Hukuman penjara 7 tahun 6 bulan.

"Jadi MN ini lah yang mengendalikan dua kurir yang berhasil kita amankan, dan kami juga sudah mintai keterangan untuk melakukan pengembangan, dan para pelaku mengaku baru kali ini menjadi kurir," imbuhnya.

Dari pengakuan para tersangka, MN hanya memberikan uang jalan kepada AR dan SN sebanyak Rp3 juta dan sudah digunakan Rp400 ribu, dan yang berhasil dimankan Rp2,6 juta.

"Jika berhasil mengantar barang ini dengan tujuan Kota pinang melalui lintas Dumai Rohil akan di berikan tambahnya, namun jumlahnya belum diketahui," terangnya.

Kapolres mengatakan, barang bukti yang diamankan 23 paket besar sabu, 19.937 butir pil ekstasi, tiga unit handphone, dua tas yang digunakan tersangka membawa barang tersebut.

Barang bukti lainnya, satu unit mobil Toyota Rush warna hitam, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam, dan uang tunai Rp.2,6 juta diduga sebagai upah jalan menjemput barang narkotika jenis sabu dan pil ekstasi, juga diamankan.

AKBP Andri mengaku, dengan berhasilnya penggagalan ini, berupa 23 paket besar sabu, 19.937 butir pil ekstasi,‎ berhasil menyelamatkan 203.937 generasi masyarakat.

"Para tersangka kita jerat dengan pasal 114 dan 112 UU Narkotika ancaman hukuman mati," pungkasnya.

(tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra )

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved