Breaking News:

Mata Tukang Ojek di Inhil Ditusuk Penumpang, Padahal Sudah Bayari Pelaku Makan Siang

Rahmad (57) tidak berdaya dan terluka cukup parah setelah mengalami luka tusuk pada bola mata bagian sebelah kirinya.

Ist
Rahmad saat di bawa menuju Puskesmas Kuala Enok memakai perahu untuk mendapatkan pertolongan pertama. Pelaku berinisial K diamankan Polsek Tanah Merah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TANAH MERAH – Rahmad (57) tidak berdaya dan terluka cukup parah setelah mengalami luka tusuk pada bola mata bagian sebelah kirinya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini pun terpaksa dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan oleh masyarakat.

Sebelumnya Rahmad sempat meminta pertolongan kepada masyarakat dan dibawa menuju Puskesmas Kuala Enok dengan memakai perahu untuk pertolongan pertama.

Rahmat menjadi korban penganiayaan oleh penumpangnya sendiri berinisial K (49) saat pelaku meminta diantarkan ke Desa Kotabaru, Kecamatan Keritang, Inhil, Jum'at (19/2).

Kejadian tragis yang dialami Rahmat pun beredar di media sosial (Medsos) dan mendapat perhatian oleh para netizen.

Hingga akhirnya pihak kepolisian Polsek Tanah Merah yang mendapat laporan langsung bergerak cepat dan berhasil meringkus K selaku pelaku penganiayaan.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kasubbag Humas AKP Warno menjelaskan, pelaku ternyata bukan berasal dari Kotabaru melainkan tinggal di Kecamatan Sungai Batang.

“Karena tukang ojek tidak mengetahui arah jalan menuju Desa Kotabaru, pelaku mengarahkan korban menuju Pelabuhan Samudera Dusun Kampung Agas Kecamatan Tanah Merah,” ungkap AKP Warno, Minggu (21/2).

AKP Warno menambahkan, dalam perjalanan pelaku dan korban sempat singgah di Jembatan Rumbai untuk istirahat dan makan siang.

Setelah melanjutkan perjalanan dan sampai di tujuan Pelabuhan Samudera Dusun Kampung Agas, pelaku bersama korban kembali berhenti di jembatan untuk istirahat.

Sekitar pukul 15.30 WIB saat hendak pulang ke Tembilahan, Rahmad malah dianiaya oleh K dengan melemparkan debu ke mata dan menusuk mata korban dengan sebuah alat.

Rahmad sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku dengan cara memukul tersangka sehingga tersangka melarikan diri ke arah Desa Tanjung Pasir.

“Ternyata pelaku tidak punya uang untuk membayar jasa tukang ojek. Ternyata makan siang mereka dibayarkan oleh tukang ojek yang diimingi oleh pelaku akan dibayarkan nantinya. Maka terjadilah penganiayaan,” pungkas AKP Warno. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli). 

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved