Breaking News:

Produksi Ekstasi Palsu Rumahan di Inhil, Dijual Rp 200 Ribu Perbutir

Di tangan MA, obat-obat tersebut diracik sedemikian rupa sehingga disulap menjadi narkotika jenis pil ekstasi palsu.

Polres Inhil
MA diamankan di Mapolres Inhil bersama barang bukti. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – MA (26), seorang pria di Tembilahan ini berhasil memproduksi narkoba berbekal dari bahan baku obat-obatan pada umumnya yang bisa di dapatkan di toko obat.

Di tangan MA, obat – obat tersebut diracik sedemikian rupa sehingga disulap menjadi narkotika jenis pil ekstasi palsu.

Industri pil extasy rumahan milik MA pun akhirnya berhasil dibongkar oleh Sat Narkoba Polres Inhil.

MA berhasil diringkus Sat Narkoba Polres Inhil di depan sebuah Wisma Jalan Telaga Biru Tembilahan Hulu, Inhil, Selasa (16/2/2021) sekitar pukul 00.30 WIB.

Sejumlah extasy palsu beserta bahan yang digunakan MA untuk meracik narkoba palsunya pun berhasil diamankan pihak berwajib dalam penggeledahan di rumah kos MA di Jalan Sederhana, Tembilahan Hulu.

Barang bukti yang diamankan antara lain, yaitu, 1 buah kotak permen berisi 7 butir pil ekstasi palsu, 1 mangkok kecil warna putih yang berisikan bahan yang diduga campuran untuk membuat pil ekstasi, 2 bungkus bahan pewarna makanan warna kuning, 2 bungkus bahan pewarna makanan warna merah, 1 bungkus bahan pewarna makanan warna hijau dan 1 set alat pencetak bahan pil ekstasi sertab1 unit handphone merk nokia warna biru.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan menuturkan, MA mengakui bahwa pil ekstasi palsu tersebut diracik sendiri di rumah kosnya dengan komposisi antara lain, bahan obat sakit kepala paramex, obat sakit kepala procold, obat nyamuk bakar baygon, autan sachet, obat tetes mata insto, air mineral dan pewarna makanan.

“MA mengakui memasarkan pil ekstasi hasil buatannya di Tembilahan dengan harga Rp. 200 ribu per butir,” ungkap AKBP Dian melalui keterangan tertulisnya, Minggu (21/2).

Menurut AKBP Dian, hasil pemeriksaan sampel pil ekstasi yang dibawa penyidik Sat Narkoba Polres Inhil ke Puslabfor Polda Riau, menguatkan bahwa pil ekstasi tersebut palsu.

“Surat keterangan hasil laboratoris kriminalistik menyatakan bahwa pil ekstasi palsu tersebut mengandung acetaminophan dan caffeine, tidak termasuk narkotika maupun psikotropika,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, terhadap terlapor MA telah cukup bukti dan dapat ditingkatkan ke proses penyidikan dalam perkara tindak pidana kesehatan.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 197 Jo 196 UU RI No. 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan,” pungkas Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved