Breaking News:

Berita Riau

Rekan Dituntut 3,5 Tahun Penjara 'Gegara' Omnibus Law, Seratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Riau

Sayuti Munte, diadili terkait kasus dugaan pengrusakan mobil milik Satlantas Polresta Pekanbaru, dalam aksi demo penolakan Omnibus Law di Riau.

Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda
Seratusan orang mahasiswa saat menggelar aksi demo di depan Kantor Kejati Riau, Senin (22/2/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Seratusan orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pekanbaru, menggelar aksi unjuk rasa, Senin (22/2/2021).

Masaa aksi menggeruduk Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau di Jalan Jenderal Sudirman.

Para mahasiswa ini merasa kecewa atas tuntutan hukuman pidana penjara yang dilayangkan jaksa penuntut umum (JPU), terhadap rekan mereka bernama Sayuti Munte.

Dimana Sayuti Munte, sebelumnya diamankan pihak kepolisian terkait kasus dugaan pengrusakan mobil milik Satlantas Polresta Pekanbaru, dalam aksi demo menolak Omnibus Law, beberapa waktu yang lalu di Pekanbaru.

Seorang Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kuansing Ditembak, Polisi : Berusaha Kabur

Bayi Laki-laki Dibuang di Jalanan Pekanbaru, Ditemukan Pemulung, Polisi Masih Selidiki Pelaku

Untuk itu, mereka pun memohon keadilan untuk rekan mereka yang sedang tersandung kasus hukum tersebut.

Dalam aksi yang digelar itu, massa membawa sejumlah spanduk. Salah satunya bertuliskan ''Hukum dibungkam, bebaskan Sayuti".

"Apakah adil hukuman 3 tahun 6 bulan untuk seseorang yang sedang memperjuangkan keadilan? Jadi kami ingin meminta kepada Kepala Kejati Riau untuk membebaskan Sayuti Munte," kata salah seorang orator.

Menurutnya, tuntutan hukuman dari JPU itu, terlalu berat apalagi untuk seorang yang berstatus mahasiswa.

"Beliau memperjuangkan hak rakyat, beliau seorang pelajar. Yang pastinya, negara ini suatu saat akan dipimpin oleh orang-orang seperti beliau. Berapa banyak pelajaran yang ia lewati berapa banyak ilmu yang dilewati. Dia agent of change, social of control," sambung orator lagi.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau Muspidauan, saat menemui massa aksi menjelaskan, negara Indonesia pada dasarnya adalah negara hukum.

VIDEO Seratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Riau, Kecewa Rekannya Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Aksi Diam-diam Kepala Sekolah Temui Selingkuhannya, Parkir Kendaraan di Kebun Berujung Fatal

Maka siapa yang melanggar, tentu penegakan hukum harus dilakukan terhadapnya.

"Adik yang menjalani hukuman, itu pahlawan, pahlawan perjuangan, membela rakyat yang tertindas. Ini belum final, masih ada upaya hukum, minggu depan pledoi," kata Muspidauan.

Menurutnya, jika memang nanti Sayuti dinilai tidak bersalah oleh hakim yang mengadili perkara, tentu saja ia akan dibebaskan.

"Mudah-mudahan apa yang benar akan muncul, jika salah tetap dihukum. Mohon bersabar, proses sidang masih berjalan. Mohon maaf atas tindakan kami yang kurang berkenan dan kurang diterima," ungkap Muspidauan.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved