Breaking News:

Terlibat Kasus Narkoba di Riau, 17 Oknum Pegawai Pemasyarakatan Dipecat, 6 Dikirim ke Nusakambangan

Menghadapi Kasus Narkoba di Riau Kakanwil Kemenkumham Riau, Ibnu Chuldun menjelaskan, pihaknya berkomitmen penuh.

Istimewa
Menghadapi Kasus Narkoba di Riau, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Riau, Ibnu Chuldun menjelaskan, pihaknya berkomitmen penuh dalam pemberantasan Narkoba. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Menghadapi Kasus Narkoba di Riau, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Riau, Ibnu Chuldun menjelaskan, pihaknya berkomitmen penuh dalam pemberantasan Narkoba.

Termasuk terhadap oknum pegawai di jajarannya yang coba-coba terlibat dalam peredaran atau penyalahgunaan barang haram itu.

"Tindakan tegas telah diberikan kepada petugas yang terindikasi terlibat dengan narkoba. Tujuh belas orang telah diberhentikan, dan terakhir 6 orang telah dikirim ke Pulau Nusakambangan untuk menjalani masa pidananya di Lapas high risk Nusakambangan," kata Ibnu, Senin (22/2/2021).

Diungkapkan dia, perang dan pemberantasan narkoba dalam Lapas, tidak hanya slogan.

Tetapi juga serius diimplementasikan demi terwujudnya Pemasyarakatan yang lebih maju.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kemenkumham RI, Irjen Pol Reynhard S.P. Silitonga, memberikan arahan secara langsung di ruangan serbaguna Ismail Saleh, Kantor Kanwil Kemenkumham Riau.

Sebelumnya ia juga sudah mengunjungi Blok Pengendali Narkoba (BPN) di Lapas Kelas IIA Pekanbaru

Dalam arahannya, Dirjenpas menyampaikan beberapa pesan penting. Ia meminta seluruh jajaran Pemasyarakatan secara bersama harus bisa menjaga marwah.

“Pohon beringin Pengayoman Monumen Pemasyarakatan di pantai permisan Nusakambangan, jangan menjadi kuncup karena ulah segilintir oknum dengan kepentingan pribadinya. Mari kita bersatu dalam menjaga marwah Pemasyarakatan,” tegas Reynhard.

Dia menjelaskan, ada 3 kunci yang harus dilaksanakan untuk mencapai Pemasyarakatan yang maju, yaitu deteksi dini gangguan kamtib, pemberantas narkoba dan bersinergi dengan aparat penegak hukum.

"Terima kasih kepada Pak Kakanwil Kemenkumham Riau dan jajaran yang sudah mengimplementasikan 3 kata kunci Pemasyarakatan maju dgn membentuk Blok Pengendali Narkoba (BPN). Pengendalian narkoba inilah yang banyak menghancurkan marwah Pemasyarakatan selama ini," ungkap dia.

"Semoga dengan adanya BPN dan tindakan tegas pemindahan narapidana oknum petugas Pemasyarakatan ke Nusakambangan menjadi contoh, menjadi pelajaran, dan bukti keseriusan kita dalam memberantas peredaran narkoba,” sambung Dirjenpas.

Tahun 2020 lalu, pihaknya juga sudah memindahkan 643 napi bandar narkoba ke Lapas Super Maximum Security serta Lapas Maximum Security di Pulau Nusakambangan.

"Saya apresiasi inisiatif Kakanwil Riau dengan adanya BPN. Terus berantas narkoba dan saya ingatkan petugas jangan coba-coba bermain dengan narkoba. Jangan menjadi bagian dari peredaran narkoba, baik itu pengguna, kurir, atau bahkan menjadi bandar,” ungkapnya.

“Bertobat kalian (oknum petugas lapas yang bermain narkoba), kalau tidak akan saya sikat," pungkas dia.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved