Breaking News:

BREAKING NEWS : Jaksa Tahan Bekas Pejabat BUMD Tuah Sekata, Tersangka Kasus Korupsi di Pelalawan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan Riau kembali melakukan penahanan terhadap seorang tersangka Kasus Korupsi di Pelalawan pada Selasa

Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
BREAKING NEWS : Jaksa Tahan Bekas Pejabat BUMD Tuah Sekata, Tersangka Kasus Korupsi di Pelalawan. Foto: Mantan Kepala Divisi Kelistrikan BUMD Tuah Sekata Pelalawan AF (46) digiring ke mobil menggunakan rompi tahanan. Tersangka dugaan Tipikor ditahan Kejari Pelalawan, Selasa (23/02/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan Riau kembali melakukan penahanan terhadap seorang tersangka Kasus Korupsi di Pelalawan pada Selasa (23/02/2021).

Adapun tersangka Kasus Korupsi di Pelalawan yang ditangkap kejaksaan yakni AF (46).

Tersangka terlibat dalam Kasus Korupsi di Pelalawan dugaan penyimpangan dalam kegiatan belanja barang operasional kelistrikan Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan tahun 2012 sampai 2016.

AF merupakan mantan Kepala Divisi Kelistrikan BUMD Tuah Sekata selama periode tersebut.

Tersangka AF dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru.

"Kita melakukan penahanan terhadap tersangka AF selama 20 hari kedepan, dalam perkara dugaan penyimpangan belanja kelistrikan BUMD Tuah Sekata," terang Kepala Kejari Pelalawan Nophy Tennophero Suoth SH MH melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Andre SH, kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (23/02/2021).

Andre menjelaskan, AF ditahan setelah satu Minggu ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (18/02/2021) pekan lalu.

Bekas pejabat strategis perusahaan plat merah itu terlebih dahulu diperiksa sebagai tersangka dengan didampingi oleh penasehat hukumnya.

Setelah lima jam diperiksa, tim Pidsus Kejari Pelalawan memutuskan untuk menahan tersangka AF.

Penahanan dilakukan kejaksaan untuk memudahkan proses penyidikan terhadap dugaan rasuah di tubuh perusahaan milik Pemda Pelalawan ini.

Sekaligus melengkapi berkas perkara untuk melanjutkan proses hukumnya. 

"Modus korupsi yang kita temukan, adanya penyimpangan dalam belanja kelistrikan selama empat tahun di BUMD Tuah Sekata," tandas Andre Antonius.

Artikel berjudul "Kasus Korupsi di Pelalawan" ini ditulis wartawan Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung.

Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved