Breaking News:

Kepulauan Meranti

Karhutla di Sejumlah Desa Kepulauan Meranti, Api Kembali Muncul Walau Sudah Dipadamkan

BPBD Kepulauan Meranti menyatakan meskipun beberapa titik api di sejumlah desa dapat diatasi namun kondisi cuaca yang panas membuat api kembali muncul

Istimewa
Tim gabungan melakukan pemadaman di sejumlah lokasi di Kepulauan Meranti Selasa (23/2/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Sejumlah titik api masih terpantau di sejumlah tempat di Kabupaten Kepulauan Meranti Selasa (23/2/2021).

Saat ini terpantau ada 4 desa yang diketahui masih dilakukan penanganan karena lahan terbakar yaitu Desa Tenggayun Raya, Desa Gayung Kiri, Desa Tanjung Gemuk dan Desa Sonde.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Karhutla dan Kecelakaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, Ekaliptus kepada Tribun Pekanbaru melalui sambungan teleponnya.

"Saat ini memang ada sejumlah titik api dan tim sudah turun untuk melakukan penanganan di lapangan," ujar Eka yang saat itu sedang berada di Desa Tenggayun Raya.

Karhutla di Riau, Pelalawan Berstatus Siaga Darurat Karhutla, Gelar Apel Kesiapsiagaan Peralatan

50 Titik Panas di Riau Terpantau, Potensi Karhutla di Riau Tinggi, BMKG: Suhu Semakin Panas

Personil gabungan memadamkan lokasi Karhutla di Kecamatan Teluk Meranti, Kamis (18/02/2021) lalu.
Personil gabungan memadamkan lokasi Karhutla di Kecamatan Teluk Meranti, Kamis (18/02/2021) lalu. (Istimewa)

Dirinya mengatakan saat ini tim gabungan dari BPBD, Kepolisian, TNI dibantu masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA) sudah berada di setiap lokasi dan melakukan penanganan.

Dijelaskannya kebakaran memang ada yang telah terjadi sejak beberapa hari yang lalu.

Walaupun sudah sempat diatasi atau dipadamkan, kondisi cuaca yang panas membuat api kembali muncul dan membakar lahan.

Kontur tanah gambut juga menjadi tantangan saat melakukan pemadaman, karena api bisa muncul kapan saja walau secara terlihat sudah padam

"Seperti saat ini kondisi api juga sudah bisa dikontrol dan saat ini sedang kita lakukan pendinginan. Namun seperti kemarin sudah sempat padam, karena cuaca panas dan angin kuat membuat api kembali muncul," jelasnya.

Kendala lainnya dikatakan Eka adalah sumber air yang semakin sulit untuk didapatkan karena musim kemarau.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved