Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Rapat dengan PT DSI, Ketua Komisi II DPRD Siak Keluarkan Masyarakat Karena Tak Diundang

Menurut Arkadius, perilaku Gustimar telah melukai hati masyarakat. Pihaknya ingin mendengarkan jalannya RDP karena membahas PT DSI

Penulis: Mayonal Putra
Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Ketua Komisi II DPRD Siak Gustimar mengeluarkan masyarakat yang mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Duta Swakarya Indah (DSI) dari ruangan, Selasa (23/2/2021). Alasan Gustimar mengeluarkan masyarakat ini demi mematuhi protokol kesehatan Covid 19 serta tidak ada undangan untuk mereka.

“Kami bingung dan heran juga terlalu ramai yang hadir. Kami takut dipersalahkan melanggar protokol kesehatan Covid 19, jadi yang diundang saja yang mengikuti rapat ya,” kata Gustimar.

Ia juga mengabsen undangan yang badir, yakni Direktur PT DSI, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak, Kepala Bagian Pertanahan Setdakab Siak, Camat Koto Gasib, Camat Mempura, Camat Dayun, Lurah Sungai Mempura, Kepala Kampung Sengkemang, Rantau Panjang, Sri Gemilang, Teluk Merempan, Merempan Hilir, Kampung Tengah, Benteng Hulu dan kampung Dayun. Selain itu, Gustimar berkali-kali meminta agar masyarakat keluar dari ruangan RDP tersebut.

Masyarakat tampak kecewa dengan kebijakan Gustimar tersebut. Arkadius, dari Kampung Benteng Hulu tidak terima dengan permintaan Gustimar tersebut. Ia sempat ribut dan meneriakkan keputusan Gustimar tidak berpihak kepada masyarakat.

“Apa namanya ini, kami datang ke sini karena persoalan yang dibahas adalah persoalan kami dengan PT DSI,” kata Arkadius.

Menurut Arkadius, perilaku Gustimar telah melukai hati masyarakat. Pihaknya ingin mendengarkan jalannya RDP karena membahas PT DSI yang bersengketa dengan masyarakat sejak 2006 silam hingga sekarang.

Sampai di luar ruangan Arkadius dengan masyarakat tersebut sempat ribut. Mereka mengatakan selama ini masyarakat dipanggil. Saat RDP masyarakat ditinggalkan dan pembahasan hanya dari sebelah pihak.

“Kami tidak terima Pak, kami sudah menunggu sejak pukul 10.00 WIB untuk ikut hearing ini,” kata Arkadius dan Said, warga lainnya.

Arkadius juga mengatakan banyak persoalan PT DSI namun tetap dibela oleh pemerintah. Sementara jika masyarakat yang mempunyai persoalan langsung ditangkap.

Sementara itu, Mariono, Asul, Pasaribu, Said dan masyarakat lainnya merasa diusir. Namun mereka mengalah dan memilih duduk di lorong ruangan Banggar, ruangan tempat RDP berlangsung. Tidak hanya itu, akhirnya RDP tersebut juga tertutup dari media massa. Tak seorangpun wartawan yang diperbolehkan masuk.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved