Breaking News:

Bengkalis

Amperga Bakal Kawal Kejari Bengkalis Usut Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Bengkalis

Beberapa pemuda yang Amperga ini minta Kejari Bengkalis mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Bengkalis tahun 2019 ini.

Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir
Aksi Masa Amperga terkait dugaan Korupsi Anggaran KONI Bengkalis, Rabu (24/2) siang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Enam orang pemuda Bengkalis mengatasnamakan diri sebagai aliansi mahasiswa pemuda peduli olahraga (Amperga) Bengkalis melakukan aksi demontransi di beberapa titik di kota Bengkalis, Rabu (24/2) siang. Aksi digelar masa Amperga ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB pagi.

Mereka awalnya berkumpul di lapangan tugu Bengkalis, kemudian melakukan konvoi dengan kendaraan sepeda motor menuju Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bengkalis.

Saat tiba di depan kantor Dinas ini mereka membentangkan spanduk terkait dugaan korupsi dana hibah KONI Bengkalis tahun 2019.

Orator dari kelompok ini menyampaikan aspirasinya di depan kantor Disparbudpora Bengkalis terkait dugaan penyelewengan dana olahraga di tubuh KONI.

Setelah puas menyampaikan orasi, para pemuda ini melanjutkan unjuk rasanya menuju kantor KONI Bengkalis yang berada di Jalan Pahlawan kota Bengkalis.

Aksi Masa Amperga terkait dugaan Korupsi Anggaran KONI Bengkalis, Rabu (24/2) siang.
Aksi Masa Amperga terkait dugaan Korupsi Anggaran KONI Bengkalis, Rabu (24/2) siang. (Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Dalam orasinya di depan kantor KONI para pemuda ini mengecam pengurus KONI yang diduga telah melakukan korupsi anggaran olahraga.

Mereka meminta pengurus KONI Bengkalis mempertangung jawabkan dugaan korupsi yang terjadi di mata hukum.

Usai melakukan orasi dititik kedua ini, para pemuda ini kemudian melanjutkan aksinya menuju kantor Kejaksaan Negeri Bengkalis untuk mengusut dugaan korupsi dana hibah KONI Bengkalis .

Mereka menyampaikan orasi yang sama di depan Kejaksaan Negeri Bengkalis terkait dugaan Korupsi anggaran olahraga yang di kelola KONI Bengkalis.

Selain ini masa Amperga juga menyampaikan sikap kepada Kejari Bengkalis bahwa mereka mendukung Kejaksaan melakukan penyelidikan dugaan korupsi dana hibah KONI Bengkalis tahun 2019 yang tengah ditangani Kejaksaaan.

"Kita akan kawal proses hukumnya sampai selesai," terang Kordinator Umum Amperga Muhammad Alfaruq.

Menurut dia, ada ditiga pernyataaan sikap dari Amperga yang disampaikan kepada Kejaksaan Negeri Bengkalis.

Diantaranya mendesak Kejaksaan Negeri Bengkalis melakukan penyelidikan sesuai mekanisme hukum yang kongkrit.

Kemudiam mereka juga meminta Kejaksaan memanggil dan memeriksa semua pihak yang menerima aliran dana anggaran KONI Bengkalis tahun 2019.

"Jika terbukti ada penyelewengan aliran dana harus segera ditetapkan sebagai tersangka. Kita juga mendukung Kejaksaan menuntut tuntas dugaan korupsi ini," ungkap Alfaruq.

Pernyataan sikap dari Amperga ini diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Nanik Kushartanti.

Didampingi langsung Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bengkalis.

Usai ditenerima penyataan sikap mereka masa kemudian membubarkan diri.

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Nanik mengatakan dirinya sangat berterima kasih adanya perhatian Amperga kepada Kejaksaan terkait penanganan kasus KONI ini.

Dengan kawalan masyarakat ini pihaknya akan bekerja secara profesional dalam menangani perkara dugaan korupsi dana hibah KONI Bengkalis ini.

"Kita menjaga profesionalisme kita, saat ini proses penanganan dugaan korupsi di KONI ini dalam proses penyelidikan. Kita sedang mengumpulkan alat bukti dan keterangan yang diperlukan," terangnya.

Menurut dia, Kejaksaan Negeri Bengkalis berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini. Dirinya tidak ingin berlarut larut dalam penyelesaian kasus tersebut.

"Secepat mungkin akan kita selesaikan dan jaga objektifitas serta profesionalitas kita," terangnya.

Dugaan korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri Bengkalis ini terkait penggunaan dana hibah untuk KONI tahun 2019 lalu.

Menurut Nanik dari penyidikan dugaan korupsi dana hibah KONI Bengkalis yang dilakukan pihaknya mengklaim sudah menemukan modus operandinya.

"Tinggal mengumpulkan saja berapa total kerugian negaranya saja lagi. Masih banyak keterangan yang kita minta terutama di tingkat Cabang Olahraga untuk memastikan kerugian negaranya, penggunaan anggarannya banyak di sana," terangnya.

Pihaknya akan membuat terang tindak pidana yang terjadi.

Semuanya sampai ketingkat Cabang Olahraga akan diperiksa, siapa yang melakukan penyelewengan penggunaan anggaran mereka yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Bengkalis mengatakan, dalam upaya penyedikan yang dilakukan pihaknya telah memeriksa sejumlah pengurus KONI Bengkalis.

"Sejauh ini yang sudah kita periksa diantaranya dua orang Bendahara KONI Bengkalis, Satu Pembantu Bendahara dan Lima pengurus Cabang Olahraga. Masih banyak lagi yang akan kita periksa," singkatnya.(Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved