Breaking News:

DPRD Pekanbaru

DPRD Tak Ingin Kota Pekanbaru Jangan Jadi Penyumbang Titik Api, Ingatkan BPBD Lakukan Antisipasi

Beberapa kawasan di Kota Pekanbaru, sangat mudah terbakar. Apalagi saat cuaca ekstrem, yang kini masih terjadi di Kota Pekanbaru.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Beberapa kawasan di Kota Pekanbaru, sangat mudah terbakar.

Apalagi saat cuaca ekstrem, yang kini masih terjadi di Kota Pekanbaru.

Kondisi ini diharapkan, jangan sampai terjadi di Pekanbaru, yakni kebakaran lahan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru H Wan Agusti mengatakan, dari data yang diperoleh pihaknya, sekitar 60 persen lahan status gambut di Kota Pekanbaru mudah terbakar.

Terutama saat cuaca panas menyengat.

"Karenanya kita minta OPD terkait, yakni BPBD Pekanbaru segera melakukan langkah antisipasi. ketika cuaca panas, sangat mudah terbakar di lahan gambut ini," pinta Wan Agusti, Rabu (24/2/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Wan Agusti
Wan Agusti (dprd.pekanbaru.go.id)

Ya, melihat kondisi cuaca dalam Bulan Februari ini, di Kota Pekanbaru sudah muncul kabut asap tipis, akibat kebakaran lahan di beberapa daerah di Riau.

Bahkan di daerah Pelalawan, Tim pemadamannya sampai hari ini, masih standby di lapangan, untuk memadamkan api ketika muncul.

"Kita tidak inginkan, di Kota Pekanbaru ada pula hotspot. Kita tidak inginkan juga Kota Pekanbaru tidak menjadi penyumbang asap," tegas Politisi Partai Gerindra ini.

Lebih lanjut Wan Agusti menyarankan, agar BPBD dan pihak terkait lainnya, mulai turun ke lapangan.

Lakukan pendekatan secara personal kepada masyarakat, lalu sosialisasikan agar masyarakat yang membuka lahan, tidak dengan cara membakarnya.

Sebab, ada sanksi pidana jika masyarakat tetap nekad membakar lahan dengan alasan apapun.

Lebih dari itu, Satgas Pemadam Kebakaran yang sudah dibentuk juga, ikut memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Sehingga sosialisasi yang diharapkan bisa komprehensif. Dengan demikian, dipastikan tidak akan terjadi kebakaran lahan lagi.

"Tapi tidak seremonial atau pelepas tanya aja sosialisasi itu. Harus tepat sasaran. Kan gak mungkin setiap tahun ada saja lahan terbakar, padahal sosialisasi dan pelakunya ditangkap. Yang terjadi sekarang kan seakan ini menjadi proyek tahunan, dan pelaku pembakaran tidak jera. Kan ada salah di sini, jika ada juga terjadi," terang Wan Agusti yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Pekanbaru ini. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved