Breaking News:

INTIP Proses Pengangkatan Direktur Anak BUMD di Kabupaten Siak, Ada yang Ganjil?

Proses pengangkatan Direktur PT Samudera Siak (SS), anak BUMD Kabupaten Siak sudah sampai pada tahap akhir

TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Bupati Siak Alfedri bersama Kepala KSOP Tanjung Buton Wagyo dan Direktur PT SS ketika itu dijabat Bob Nofitriansyah dan jajaran berfoto bersama di Pelabuhan Tanjung Buton pada Desember 2020 lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Proses pengangkatan Direktur PT Samudera Siak (SS), anak BUMD Kabupaten Siak sudah sampai pada tahap akhir.

Tiga kandidat direktur menyelesaikan tahap Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) dengan agenda penyampaian visi misi pada Senin (22/2/2021) lalu di hadapan Panitia Seleksi (Pansel).

Bertempat di Hotel Grand Mempura, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.

Saham PT SS ini dimiliki oleh 2 BUMD Siak, yakni 70 persen dari PT Sarana Pembangunan Siak (SPS) dan 30 persen dari PT Siak Pertambangan Energi (SPE).

Sejak awal 2020, Direktur PT SS mendadak mengundurkan diri, sehingga Direktur PT SPS Bob Novitriansyah diangkat menjadi Plt Direktur PT SS sejak Februari 2020 hingga saat ini.

Pelaksanaan pengangkatan direktur PT SS ini tengah menjadi perbincangan masyarakat.

Pemegang saham tidak dapat menegaskan perlakuannya terhadap proses pengangkatan direktur perusahaan tersebut secara aturan BUMD atau swasta murni.

Bahkan mereka membuat pola dan mekanisme sendiri tanpa mengikuti alur pada aturan BUMD atau aturan UU Perseroan Terbatas (PT).

Karena hal tersebut bermunculan desas-desus yang mengesankan keganjilan pada proses pengangkatan direktur tersebut.

Tribunpekanbaru.com mencoba menelusuri proses pengangkatan direktur pada perusahaan yang mendapatkan job sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di pelabuhan Tanjung Buton itu.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved