Breaking News:

Dari Rp 4,9 M Mark Up Hand Sanitizer Sumbar, BPK Ungkap Baru Segini Dikembalikan

BPK melaporkan dari indikasi angka kerugian APBD Sumatera Barat sebesar Rp4,9 miliar dari pengadaan hans sanitizer baru Rp 1,1 M dikembalikan.

Ilustrasi Via Tribun Jual Beli
Ilustrasi Hand Sanitizer 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumbar,  Yusnadewi  mengungkap dana senilai Rp 49 miliar yang tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK.

Menurutnya, hal itu terkait pembayaran yang dilakukan secara tunai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar kepada pihak ketiga.

Namun, hingga saat ini pihak Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK itu tidak bisa langsung mengatakan indikasi kerugian daerah.

Yusnadewi mengatakan, pembayaran tunai itu diperuntukkan untuk kegiatan-kegiatan yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah tersebut. 

"Sampai saat ini sudah tindaklanjutnya,  pengembaliannya sebesar Rp 1,1 miliar dari indikasi angka kerugian daerah sebesar Rp4,9 miliar," tutur Yusnadewi.

Heboh Dana Covid-19 Sumbar Diduga Diselewengkan Rp 49 M, Ada Istri Pejabat yang Kecipratan? 

ASTAGA, Dana Hand Sanitizier di Sumbar Pun Diembat, DPRD: Harga 9.000 Per Botol, Dibeli Rp 35.000

Tak Diundang Tapi Hadir, Sejumlah Pejabat OPD Sumbar Diusir dari Rapat Pansus DPRD

Media Workshop BPK Hasil Pemeriksaan BPK Sumbar Semester II 2020, Kamis (25/2/2021)
Media Workshop BPK Hasil Pemeriksaan BPK Sumbar Semester II 2020, Kamis (25/2/2021) (TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita)

Ia melanjutkan, masih ada sekitar Rp3,8 miliar, merupakan angka yang belum dikembalikan.

"Kami masih menunggu sampai 29 Februari 2021. Kita akan lihat seperti apa," terang Yusnadewi.

Akan tetapi juga harus diingat, lanjut Yusnadewi, ada rekomendasi lain selain pengembalian. 

Termasuk rekomendasi yang diharapkan bisa mencegah terjadinya hal yang sama.

"Rekomendasi itu misalnya pemberian sanksi. Ini juga belum dilakukan," tambah Yusnadewi.

Halaman
1234
Editor: CandraDani
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved