Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Hujan Tipis Buat Petugas Pemadaman Karhutla di Bunsur Siak Lega

Ihsan mengatakan, seluas 16 Ha itu merupakan lahan masyarakat yang ditumbuhi semak belukar yang lebat. Lahan itu merupakan lahan gambut yang sangat ke

Penulis: Mayonal Putra | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Hujan turun di Siak, Kamis (25/2/2021) membuat seluruh petugas pemadaman api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau merasa lega. Meskipun hujan turun terlalu tipis selama 15 menit.

“Begitu mendung dan hujan menetes tipis bagaikan secercah harapan bagi kami. Alhamdulillah. Ini sudah sangat membantu karena udara menjadi lembab, tantangan kami tak sesulit kemarin,” kata Kepala Daerah Operasional Siak Manggala Agni KLHK Ihsan Abdillah kepada Tribunpekanbaru.com.

Menurut Ihsan, mendung dan udara lembab saja sangat meringankan petugas dalam menjalankan pekerjaannya. Apalagi hujan turun sedikit lebih lebat dan lebih lama. Karena itu ia berharap warga kabupaten Siak memanjatkan doa agar hujan turun kembali.

“Kalau udara lembab dan arah angin tidak berubah-ubah tentu upaya pemadaman dapat dilakukan dengan cepat dan maksimal,” kata dia.

Menurut dia, hujan adalah berkah sangat terasa saat pemadaman Karhutla. Karena itu patut disyukuri bila hujan turun. “Jadi kalau hujan turun kita jangan ngomel lagi gak bisa keluar rumah. Kita syukuri sebagai rahmat sebab bagi kami sangat terasa rahmat itu kala masa pemadaman,” kata dia.

Setelah 4 hari petugas pemadaman dari Manggala Agni, TNI dan Polri, MPA, RPK PT Arara Abadi APP Sinarmas dan BPBD Siak bersitungkin memadamkan api di Kampung Bunsur, baru hari ini berhasil penyekatan. Sebab petugas gabungan menghadapi medan Karhutla yang sulit dengan tingkat kekeringan gambutnya yang maksimal.

“Alhamdulillah kami berhasil menyekat dan tidak ada luasan Karhutla bertambah pada hari ini. Ini berkat kerjasama namun tentu saja pekerjaan belum selesai mengingat api masih menyala,” kata dia.

Ihsan mengatakan, seluas 16 Ha itu merupakan lahan masyarakat yang ditumbuhi semak belukar yang lebat. Lahan itu merupakan lahan gambut yang sangat kering.

“Awalnya terbakar hanya 4 Ha dan kami berupaya menyekatnya. Karena sangat kering dan angin berubah-ubah ternyata merembet ke lahan sekitaranya hingga luasan mengapai 16 Ha,” kata dia.

Selain itu, helikopter Superpuma milik APP Sinar Mas masih dikerahkan untuk melakukan water bombing. Sejak hari pertama sampai Kamis ini, sudah ratusan kali dilakukan water bombing.

“Petugas bagian darat juga tidak pulang ke rumah sampai api itu padam. Petugas akan tetap berada di lapangan sampai pemadaman dianggap tuntas dan api tidak muncul lagi,” kata dia. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved