Breaking News:

Warga Sudah Banyak Mengeluh, Komisi II DPRD Pekanbaru Pastikan Panggil Pertamina Selasa Depan

Kelangkaan BBM jenis premium di Kota Pekanbaru belakangan ini, tidak hanya dikeluhkan warga pengendara.

Tribun Pekanbaru/Syafruddin Mirohi
Puluhan kendaraan tampak mengantri untuk mengisi BBM jenis premium di SPBU Jalan Srikandi, Kelurahan Delima, Kecamatan Bina Widya, Kamis (25/2/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kelangkaan BBM jenis premium di Kota Pekanbaru belakangan ini, tidak hanya dikeluhkan warga pengendara.

Tapi juga warga sekitar SPBU, gara-gara antrian panjang kendaraan, toko atau tempat usaha mereka tertutup kendaraan dalam waktu tidak sebentar.

Tidak hanya itu, kondisi arus lalu lintas di jalur depan SPBU juga jadi macet dan semraut.

Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena persoalan kenyamanan warga sudah terusik.

Hal ini juga dibenarkan kalangan legislator di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru.

Bahkan Komisi II DPRD Pekanbaru yang membidangi masalah ini mengaku, sudah mendapatkan laporan ketidaknyamanan ini.

"Beberapa laporan warga sudah masuk ke kami. Tentunya kami akan tindaklanjuti. Hasil rapat internal, kami sudah agendakan untuk memanggil Pertamina pada Selasa pekan depan, untuk digelar hearing (rapat dengar pendapat)," tegas Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Munawar Syahputra, Kamis (25/2/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Pantauan Tribunpekanbaru.com Kamis siang, terlihat antrian mengular di SPBU Jalan Srikandi, Kelurahan Delima, Kecamatan Bina Widya.

Akibat antrian itu juga terjadi kemacetan di jalur tersebut.

Sementara di SPBU Jalan Arifin Ahmad, di depan Kantor Partai Demokrat Riau, juga terjadi antrian, sehingga menutup beberapa ruko di situ.

Begitu halnya di SPBU Jalan Tuanku Tambusai/Jalan Nangka, juga terjadi antrian hingga ke jalan.

Untuk persoalan ini, warga hanya meminta kepastian dari pemerintah, terutama Pertamina, soal pasokan  BBM bersubsidi (premium).

Jika sekarang target pemerintah mau menarik dan meniadakan premium, harus jelas.

"Itu juga akan menjadi pembahasan kita di hearing nanti. Kalau memang mau dihabiskan, sosialisasikan kepada masyarakat. Jadi, tahu semuanya, tidak seperti ini," sebut Munawar.

Komisi II DPRD Pekanbaru mengharapkan, agar Pertamina bisa datang untuk hearing, dengan mengutamakan menghadirkan pimpinan yang bisa mengambil keputusan. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved